Ansarullah Rilis “Hiroshima Yaman”, Dokumen Pesta Kejahatan Saudi dan Sekutunya

0
490

Sanaa, LiputanIslam.com –   Departemen Hukum dan HAM Biro Politik Ansarullah (Houthi) di Yaman merilis berjudul “Hiroshima Yaman” berisi dokumentasi kejahatan dan brutalitas pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap warga sipil di Yaman.

Dikutip saluran TV Al-Masirah milik Ansarullah, pejabat Pusat Pemantauan dan Dokumentasi, Ahmed Abu Hamra, Kamis (1/4), menjelaskan bahwa laporan merupakan bagian pertama yang memuat 4.133 pembantaian dan insiden yang terdokumentasi, termasuk daftar rinci waktu dan tempat insiden.

Menurutnya, ada lebih dari 566 peristiwa pembantaian dan insiden yang termuat dalam laporan tersebut sebagai contoh nyata brutalitas negara-negara koalisi agresor terhadap warga sipil Yaman.

Laporan setebal 775 halaman itu menghimpun apa yang disebut departemen itu sebagai “kejahatan agresor terhadap warga sipil, anak kecil, kaum wanita, dan para lansia yang terdokumentasi dengan gambar dan kesaksian para saksi mata.”

Abu Hamra mengatakan bahwa laporan itu juga menyorot lusinan kejahatan yang dilakukan terhadap narapidana dan tahanan di penjara koalisi pimpinan Riyadh dan pasukan bayarannya.

Kepala departemen itu, Abdul Wahhab Al-Mahbashi, mengatakan, “Laporan itu mendokumentasikan kejahatan koalisi agresor terhadap warga sipil serta menanggapi banyak pernyataan mengenai kebrutalan agresor.”

Dia menambahkan, “Rilis ini akan disusul dengan rilis-rilis lain yang juga mendokumentasi kejahatan agresor Amerika-Saudi-Emirat yang menyasar fasilitas, properti publik, pabrik, resepsi pernikahan, pasar, tempat-tempat ibadah, dan berbagai kejahatan lain.”

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan invasi militer Yaman sejak Maret 2015 dengan tujuan memulihkan pemerintahan mantan Presiden, Abd Rabbuh Mansur Hadi, dan menumpas gerakan Ansarullah yang telah menggerakkan revolusi rakyat terhadap pemerintahan Hadi.

Perang telah menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka serta menimbulkan banyak kehancuran pada infrastruktur negara dan fasilitas publik di Yaman, termasuk rumah sakit, sekolah, masjid dan pabrik.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir tahun 2020 memperkirakan bahwa perang di Yaman telah menyebabkan 233.000 kematian sejak 2015, 131.000 di antaranya adalah akibat  dampak tidak langsung perang berupa kekurangan makanan dan penyakit mematikan.

Menurut PBB, setidaknya 80 persen dari 30 juta orang Yaman membutuhkan beberapa bentuk bantuan dan perlindungan.

Ansarullah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Yaman dan kelompok-kelompok rakyat, semakin tangguh melawan pasukan pendudukan yang dipimpin Saudi, berhasil mempertahankan Yaman di depan agresi, dan membuat Riyadh dan sekutunya terperangkap dalam peperangan yang tak lagi dapat mereka kendalikan.(mm/fna/raialyoum)

Baca juga:

Ansarullah: Koalisi Saudi Tampung Kawanan Teroris di Kamp Pangungsi

Ansarullah: Saudi Ingin Berunding agar Kami Bersamanya dalam Kezaliman

 

DISKUSI: