Ansarullah Pastikan akan Terus Menyerang Saudi

0
222

Sanaa, LiputanIslam.com –  Gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman memastikan akan terus berusaha menyerang Arab Saudi sebagai bentuk perlawanan selagi agresi dan blokade terhadap Yaman terus dilakukan oleh Saudi dan sekutunya.

Kepastian itu ditegaskan oleh perunding senior Ansarullah Mohammad Abdul Salam, Rabu (25/11/2020), dan beberapa hari setelah serangan Ansarullah dengan menggunakan rudal cruise Quds-2 buatannya berhasil menghantam fasilitas minyak Aramco milik Saudi di kota Jeddah.

“Apa yang diharapkan dari balasan menyakitkan ini ialah rintihan Saudi dan pengakuannya atas hak (Yaman) untuk membalas,” ungkap Abdul Salam melalui akun Twitter-nya.

Dia menambahkan, “Selagi agresi dan blokade terhadap Yaman berkelanjutan maka kami tidak akan mengendurkan upaya untuk melawannya.”

Dia lantas mengimbau masyarakat internasional agar berusaha menghentikan agresi militer Saudi dan sekutunya, “karena penderitaan bangsa Yaman juga harus didengarkan”.

Sebelumnya, Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, mengumumkan bahwa pasukan rudal Yaman “berhasil menggempur stasiun distribusi Aramco di Jeddah dengan rudal bersayap jenis Quds.”

Di pihak lain, Kementerian Energi Saudi mengkonfirmasi terjadinya kebakaran di tangki bahan bakar di stasiun distribusi produk minyak di utara Jeddah akibat apa yang disebutnya “serangan teroris”, sementara juru bicara resmi koalisi Saudi, Turki Al-Maliki, mengakui bahwa rudal itu diluncurkan dari Yaman.

Petinggi Ansarullah Mohammad Al-Bukhaiti kepada TV Al-Mayadeen menyatakan, “Ada babak baru serangan ke kedalaman wilayah Saudi.”

Keterbuktian Ansarullah memiliki dan mengoperasikan rudal cruise dalam serangan yang terjadi pada Senin lalu tersebut menjadi kabar yang mencengangkan, karena rudal itu tepat menjangkau targetnya di kota Jeddah yang berjarak sekira 600 kilomter dari titik perbatasan terdekat dengan Yaman. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Usai Gempur Kilang Aramco, Ansarullah Yaman Nyatakan Saudi Sia-Sia Berlagak sebagai Korban

Ansharullah Merangsek Maju, Kondisi Militer Diberlakukan di Ma’rib

DISKUSI: