Ansarullah Obrak-Abrik Belasan Sarang Teroris Takfiri ISIS dan Al-Qaeda di Yaman

0
116

Sanaa, LiputanIslam.com –  Angkatan Bersenjata Yaman yang bersekutu dengan gerakan Ansarullah (Houthi) telah melancarkan operasi militer khusus di daerah Qifah dan berbagai daerah lain di sekitarnya di provinsi Al-Bayda, di mana mereka menggempur “sarang terbesar” elemen intelijen takfiri tingkat Semenanjung Arab yang terhubung dengan negara-negara penyerang Yaman.

Hal tersebut diungkap oleh juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Saree dalam jumpa pers di Sanaa, ibu kota Yaman, Jumat (21/8/2020).

“Operasi pasukan kami berjalan sukses di berbagai kawasan Qifah dan berbagai kawasan lain di sebelahnya di provinsi Al-Bayda,  berkat pertolongan Allah SWT,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa operasi militer Angkatan Bersenjata Yaman itu meliputi bagian barat laut Yaman di provinsi Al-Bayda, tepatnya di distrik Wuld Rabi’ dan Al-Quraisyiah.

Menurutnya, sejak awal serangan Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman, anasir takfiri dilibatkan oleh koalisi Arab pimpinan Riyadh itu untuk menjalankan berbagai misi. Kawanan ekstremis itu disponsori secara langsung, disuplai senjata, serta mendapat perlindungan udara, bantuan kesehatan, dan fasilitas transportasi.

Yahya Saree mengaku pihaknya mengantongi dokumen-dokumen yang membuktikan keterlibatan elemen jaringan teroris Al-Qaeda dan ISIS dalam agresi Saudi dan sekutunya ke Yaman, terutama di barisan “pasukan bayaran” (loyalis presiden pelarian Abd Rabbuh Mansour Hadi dan sekutu lokalnya – red.).

Saree menyebutkan operasi militer dilancarkan pihaknya setelah didahului dengan operasi operasi intelijen secara meluas yang bekerjasama dengan badan-badan keamanan, sehingga operasi itu berjalan sukses, meskipun menghadapi kendala berupa puluhan serangan udara yang ditujukan untuk menghadang gerak maju Angkatan Bersenjata Yaman menuju posisi-posisi kaum ekstremis takfiri.

Dia menambahkan bahwa operasi itu berhasil menumpas kelompok takfiri yang dipercaya oleh koalisi Arab untuk membantu melicinkan rencana-rencana mereka. Operasi itu juga berhasil membebaskan kawasan seluas sekira 1000 kilomter persegi yang semula dikuasi oleh elemen Al-Qaeda dan ISIS dan menjadi lokasi kamp-kamp militer mereka.

Saree merinci jumlah kamp militer teroris yang berhasil dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Yaman, yaitu 14 kamp, enam di antaranya milik ISIS, sementara sisanya milik Al-Qaeda. Sedangkan jumlah kerugian manusia di pihak teroris mencapai sedikitnya 250 orang, yang beberapa di antaranya terbunuh, sedangkan beberapa lainnya terluka dan atau tertangkap. Mereka berkebangsaan Arab dan berbagai bangsa asing lain, dan di antara teroris yang terbunuh terdapat lima petinggi ISIS, yang satu di antaranya adalah pemimpin yang bertanggungjawab di bidang keamanan dan keuangan.

Mengenai perkembangan selanjutnya, Saree mengatakan, “Secara militer kami bekerja mengejar anasir takfiri yang berpindah ke kawasan-kawasan lain yang dikuasi musuh seperti Ma’rib dan beberapa kawasan selatan… Apa yang kami temukan mengkonfirmasi bahwa anasir takfiri mengandalkan kawasan-kawasan itu dalam mengayomi elemen-elemen asing, termasuk dari Saudi dan negara-negara Barat, melalui koordinasi dengan badan-badan intelijen internasional dan Arab.”

Dia juga menyebutkan bahwa badan-badan keamanan Yaman akan mengumumkan nama-nama para petinggi kawanan teroris yang berhasil kabur dan berstatus buron.

Saree menegaskan bahwa operasi militer pasukan dan pejuang Yaman kali ini menemukan bukti-bukti kuat keterkaitan kelompok-kelompok teroris takfiri dengan koalisi Arab, satu di antaranya yang paling nyata adalah gencarnya serangan udara yang dilancarkan semata demi melindungi kawanan teroris Al-Qaeda dan ISIS di depan gempuran pasukan dan pejuang Yaman, termasuk ratusan putra daerah provinsi Al-Bayda sendiri, baik yang memang merupakan anggota militer maupun anggota kabilah atau kelompok-kelompok adat setempat. (mm/alalam)

Baca juga:

Ansarullah Bunuh Pentolan Teroris ISIS di Yaman

UEA Berupaya Memindahkan Etnis Yahudi Yaman ke Palestina, Meski Mereka Enggan

DISKUSI: