Ansarullah Mengaku Masih Menjalin Komunikasi dengan Saudi

0
411

Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku masih menjalin komunikasi politik dengan Arab Saudi, meski tak kunjung menghasil kemajuan menuju penyelesaian perang di Yaman.

Ansarullah juga menyatakan bahwa pasukan koalisi Saudi-Uni Emirat Arab (UEA) masih gencar melancarkan serangan udara meskipun telah mengumumkan secara sepihak perpanjangan masa berlaku gencatan senjata sampai satu bulan lagi.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman yang berafiliasi dengan Ansarullah, Mahdi al-Mashat, seperti dikutip Al-Jazeera, Ahad (26/4/2020).

Dalam wawancara dengan surat kabar al-Thaura yang terbit di Sanaa, ibu kota Yaman, Sabtu (25/4/2020), al-Mashat menyatakan pihaknya banyak menjalin komunikasi yang kontinyu dengan koalisi Saudi-UEA serta berbagai pihak internasional, dan komunikasi ini tetap berlanjut meski mengalami pasang surut sesuai perkembangan situasi.

Menurut tokoh senior Ansarullah ini, kontak-kontak dengan Saudi itu tidak akan membuahkan hasil positif kecuali jika apa yang dilakukan Koalisi berbanding lurus dengan apa yang mereka katakan.

Baca: Al-Houthi: Gencatan Senjata Harus Dibuktikan dengan Tindakan, Bukan Ucapan

Kendala Gencatan Senjata

Setelah gencatan senjata yang diberlakukan sejak 9 April mengalami kendala, Reuters mengutip pernyataan beberapa sumber bahwa Saudi telah memulai kembali pembicaraan tidak langsung dengan Ansarullah untuk menggalang gencatan senjata permanen.

Pada akhir Maret lalu Duta Besar Saudi untuk Yaman, Muhammad Al-Jaber, mengungkapkan bahwa Saudi mengadakan pembicaraan harian dengan Ansarullah untuk mengakhiri perang yang telah berkecamuk selama lebih dari lima tahun.

Ansarullah menolak gencatan senjata itu sembari menyebutnya manuver belaka dan bertujuan menghalangi prakarsa komprehensif yang diajukan Ansarullah kepada PBB untuk menghentikan perang.

Ansarullah  juga mengingatkan bahwa berlanjutnya blokade yang dipaksakan oleh koalisi Saudi-Emirat terhadap Yaman berarti berlanjutnya perang.

Baca: 16 Orang Tewas Usai Houthi Lancarkan Serangan Mematikan ke Arah Pasukan Pro-Saudi

Tak Ada Gencatan Senjata

Koalisi Saudi-UEA Jumat lalu mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama sebulan sembari menyebutkan bahwa keputusan itu diambil menyusul adanya desakan utusan PBB Martin Griffiths agar dibuka kesempatan untuk membuat kemajuan dalam negosiasi gencatan senjata permanen, dan untuk kelanjutan proses politik.

Namun, tokoh Ansarullah Mohammed Al-Bukhaiti menegaskan tak ada gencatan senjata sehingga tidak apa pula perpanjangan seperti yang diklaim Saudi.

Senada dengan ini, juru bicara militer Yaman yang bersekutu dengan Ansarullah, Brigjen Yahya Saree, melaporkan bahwa jet tempur koalisi Saudi-UEA melakukan 35 serangan udara di Marib, Sa’da, dan Makhiras.

Saree juga menegaskan mengatakan bahwa tentara Yaman dan para pejuang Lijan Shaabiya yang berafiliasi dengan Ansarullah telah menghadang dan menggagalkan pergerakan masif  pasukan Koalisi dari dua jalur menuju lokasi mereka di distrik Ragwan, provinsi Ma’rib. (mm/aaljazeera)

DISKUSI: