Ansarallah Lancarkan “Serangan Terbesar” terhadap Arab Saudi

0
200

Sanaa, LiputanIslam.com –  Kelompok pejuang Ansarallah di Yaman mengumumkan implementasi “Operasi Keempat Neraca Pencegahan” yang juga mereka sebut sebagai operasi serangan terbesar terhadap Saudi.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman yang berpihak kepada Ansarallah, Yahya Saree, Selasa (23/6/2020), menyebutkan operasi serangan pasukan Ansarallah itu “membidik Kementerian Pertahanan dan Intelijen, Pangkalan Angkatan Udara Salman, dan situs-situs militer di Riyadh, Jizan dan Najran.”

Saree menjelaskan bahwa operasi itu mengerahkan sejumlah besar rudal balistik dan drone, termasuk jenis Quds dan Zulfiqar, dan berlangsung sukses.

Di pihak lain, koalisi Arab yang dipimpin Saudi mengaku dapat  mencegat semua rudal dan drone Ansarallah sebelum mencapai targetnya.

Baca: AS Peringatkan Warganya Soal Serangan Rudal dan Drone ke Riyadh

Serangan Ansarallah tersebut merupakan merupakan serangan skala besar pertama Yaman terhadap Saudi pada tahun ini. Mereka sebelumnya telah melakukan serangan serupa pada tahun 2018 dan 2019, satu di antaranya adalah serangan dahsyat yang menerjang dan melumpuhkan fasilitas minyak Aramco pada tahun lalu.

Saree memastikan Ansarallah dan tentara Yaman tetap akan menyerang Saudi sampai negara kerajaan menyudahi blokade dan agresinya terhadap Yaman.

Baca: Sanaa: Saudi Ciptakan Bencana Kemanusiaan karena Menyita BBM Yaman

Dalam pertempuran di wilayah Yaman sendiri, Ansarallah mencetak kemajuan baru di wilayah utara negara ini setelah melancarkan serangan sengit untuk merebut kota Marib, Selasa.

Dilaporkan bahwa pasukan Ansarallah berhasil merebut beberapa area dari tangan pasukan lawannya yang didukung Saudi, saat Ansarallah memperluas keberadaannya di distrik Al-Kassara dan Sirwah.

Sputnik melaporkan bahwa seorang komandan senior pasukan yang didukung Saudi, Brigjen Naji bin Ali Hanashl, bersama dengan tiga rekannya tewas dalam pertempuran di Marib.

Sebuah sumber mengatakan kepada Sputnik bahwa Ansarallah merebut lokasi strategis di utara Jabal Helan yang menghadap ke kota Marib.

Peristiwa ini merupakan pertama kalinya pasukan Ansarallah mencetak kemajuan signifikan di Yaman utara dalam beberapa pekan terakhir. (mm/amn)

DISKUSI: