Angkatan Laut Iran Gelar Latihan Tempur “Perang Sebelum Perang” di Laut Oman

0
159

Teheran, LiputanIslam.com   Berbagai unit Angkatan Laut (AL) Iran menggelar latihan pertahanan di pantai selatan negara ini untuk menandai dimulainya latihan militer gabungan bersandi “Zulfaqar 1400” di Laut Oman.

Latihan militer berskala besar itu dimulai pada dini hari Jumat (30/12) dengan moto utama “kepercayaan diri, kekuatan, dan keamanan berkelanjutan” di wilayah yang membentang dari bagian timur Selat Hormuz hingga ujung utara Samudera Hindia.

Jam-jam pertama manuver itu didedikasikan untuk mempertahankan pantai negara.

Juru bicara latihan tersebut, Brigadir Jenderal Alireza Sheikh, mengatakan, “Pasukan AL menggunakan senjata dan peralatan yang lebih baik untuk melakukan operasi dan melakukan taktik modern dan skenario pertahanan dalam kegelapan malam.”

Dia menambahkan, “Operasi berlangsung hingga subuh, dan AL menggunakan rudal Dehlavieh, TOW, dan Misagh yang ditembakkan dari bahu melawan agresi musuh di garis pantai.”

Pasukan tersebut berhasil menargetkan posisi musuh tiruan menggunakan tembakan artileri berat, dan mencegah gerak maju musuh.

Sehari sebelumnya, Wakil Kepala Angkatan Bersenjata Iran untuk Koordinasi, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, mengatakan bahwa latihan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan perencanaan serta  melakukan, mengarahkan dan mengevaluasi operasi bersama, dan mensinergikan kekuatan pertahanan empat divisi utama Angkatan Bersenjata.

Latihan sedang berlangsung dengan partisipasi unit infanteri dan lapis baja serta resimen mekanis Angkatan Darat, sistem pertahanan udara, kapal selam, kapal permukaan, dan kapal terbang.

Menurut Sayyari, latihan tersebut juga berfokus pada peningkatan keterampilan komandan dan personel Angkatan Darat dalam menggunakan unit-unit tempur dan Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya, drone, sistem perang elektronik dan siber.

Sayyari menyebutkan bahwa latihan besar-besaran itu akan mengingatkan negara-negara regional akan kapasitas yang ada dan fakta bahwa mereka tidak memerlukan kekuatan asing untuk menjamin keamanan regional.

Dia menambahkan bahwa kehadiran negara-negara ekstra-regional dan penghasut perang justru tak pernah membawa apa-apa selain ketidakamanan, perang, dan pendudukan.

Sementara itu, Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran Mayjen Gholam-Ali Rashid memperingatkan musuh-musuh Iran ihwal kesalahan perhitungan mereka terhadap Iran.

Dia juga menegaskan, “Rezim Zionis adalah ancaman militer dan keamanan bagi semua negara kawasan dan Iran.”

Dia memperingatkan negara-negara regional ihwal kerja sama apa pun dengan Israel dalam mengancam keamanan nasional Iran dengan menyediakan pangkalan atau fasilitas bagi rezim penjajah Palestina tersebut.

Dia mengatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran “serius” dalam melakukan latihan karena mereka menganggapnya sebagai “setengah perang” dan bahkan “perang sebelum perang”.

“Dengan melakukan latihan, kami ingin musuh tahu bahwa jika ada kesalahan perhitungan, mereka pasti akan menanggung biaya yang lebih besar dibandingkan dengan prestasi mereka,” pungkasnya. (mm/presstv)

Baca juga:

Ribuan Orang Berunjuk Rasa di Ibu Kota Iran, Ada Apa?

Menlu Iran: Perundingan Nuklir akan Buyar jika AS dan Sekutunya Masih Hipokrit

DISKUSI: