Anggota Kedua Dewan Baiat Saudi Ditangkap, Motif Gelombang Penangkapan Makin Jelas

0
193

Riyadh, LiputanIslam.com –  Seorang pangeran senior anggota kedua Dewan Baiat Saudi, badan yang menentukan suksesi takhta negara ini, ditangkap pada hari Sabtu lalu dalam gelombang penangkapan para pangeran terkemuka yang dimulai pada pekan lalu oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS).

Seperti dilansir Middle East Eye (MEE), Rabu (11/3/2020), pangeran senior yang ditangkap itu adalah Mohammed bin Saad Al-Saud, putra mendiang Saad bin Abdulaziz, saudara Raja Salman. Dia ditangkap menyusul penangkapan terhadap Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, adik Raja Salman, serta putranya Nayef bin Ahmed, dan Mohammed bin Nayef, mantan pangeran mahkota.

Jumlah total pangeran Saudi  yang ditangkap sejak Jumat lalu dilaporkan sedikitnya 20 orang, sementara otoritas Saudi hingga kini masih memilih melakukan aksi bungkam di depan banyak laporan mengenai gelombang penangkapan dalam perang kekuasaan keluarga kerajaan Bani Saud tersebut.

Anggota ketiga Dewan Baiat, Saud bin Nayef, kakak Mohammed bin Nayef dan ayah menteri dalam negeri, juga sempat digelandang dan diinterogasi tapi kemudian dibebaskan. Saud bin Nayef adalah gubernur Provinsi Timur.

Baca: Pompeo dan Kushner Disebut Berperan dalam Penangkapan Para Pangeran Saudi

Pada Ahad lalu, MEE mengungkapkan rencana MbS untuk mengangkat dirinya sebagai raja meski ayahnya masih hidup, dan demi ini dia bahkan akan memaksa ayahnya, Salman bin Abdulaziz, turun tahta sebelum Saudi menjadi tuan rumah KTT G20 pada bulan November di Riyadh. Langkah Mbs demikian itu akan membutuhkan pengesahan dari Dewan Baiat.

Baca: Middle East Eye: Bin Salman Ingin Jadi Raja Sebelum KTT G20

Pola penangkapan tersebut mengkonfirmasi apa yang dilaporkan MEE dari sumber yang mengetahui rencana Mbs bahwa duduk persoalannya bukanlah adanya rencana kudeta seperti yang dituduhkan, melainkan karena dewan itu memang manjadi sasaran gelombang penangkapan terbaru. (mm/mee/raialyoum)

DISKUSI: