“Ancaman Iran Mengendur”, AS akan Singkirkan Sistem Pertahanan Rudal Patriot dari Saudi

0
176

Washington, LiputanIslam.com –  Amerika Serikat (AS) menarik keluar empat sistem pertahanan rudal Patriot dan sekira 300 tentaranya dari Arab Saudi justru di tengah meningkatnya ketegangan AS dengan Iran.

Aset militer AS itu dikerahkan ke Saudi pada akhir September 2019 setelah serangkaian drone dan rudal menghantam dua fasilitas minyak Saudi di Abqaiq dan Khurais.

Disebutkan bahwa serangan terhadap fasilitas Aramco Saudi tersebut telah menyebabkan terhentinya 5,7 juta barel per hari produksi minyak mentah Saudi, atau sekitar 6 persen dari total pasokan global, sehingga menyebabkan lonjakan harga minyak.

Kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tapi Arab Saudi dan AS menuding Iran sebagai pelaku serangan itu, dan Iranpun membantah keras.

Sebuah laporan yang dibocorkan oleh Sekjen PBB menyatakan para penyelidiknya tak dapat membenarkan klaim bahwa drone dan rudal dalam serangan itu berasal dari Iran.

Wall Street Jounal Kamis lalu melaporkan bahwa penarikan pasukan dan sistem pertahanan udara AS didasarkan pada keyakinan “sejumlah pejabat” bahwa Iran “tidak lagi menjadi ancaman langsung bagi kepentingan strategis AS.”

Jurnal itu menyebutkan bahwa selain menarik sistem Patriot dan personel militernya, AS juga mempertimbangkan pengurangan keberadaan angkatan lautnya di kawasan Teluk Persia, dan juga Washington telah memerintahkan relokasi dua skuadron jet tempurnya.

Beberapa pejabat AS telah mengaku khawatir pengurangan itu dapat memancing tantangan baru dari Iran, apalagi ketika kampanye tekanan ekonomi pemerintahan Trump terhadap Teheran tetap berlaku.

Baca: Trump Kirim Mata-mata ke Pentagon, Untuk Apa?

Namun sejumlah pejabat lain mengatakan bahwa sumber daya militer, termasuk kapal perang dan sistem senjata, perlu dikerahkan untuk prioritas lain. Menurut mereka, Pentagon berencana fokus pada upaya membendung pengaruh militer Cina yang semakin meluas di Asia.

Baca: Iran Dikabarkan Terlibat Negosiasi “Luar Biasa” dengan AS

Beberapa laporan menyebutkan bahwa keputusan AS itu berkaitan dengan laporan meningkatnya ketegangan antara Washington dan Riyadh, dengan latar belakang kekacauan yang mengguncang pasar energi global awal tahun ini akibat keputusan Saudi meningkatkan tingkat produksi minyaknya. (mm/raialyoum/mee)

DISKUSI: