Al-Kadhimi Resmi Umumkan Penarikan Pasukan Tempur AS Secara Total dari Irak

0
364

Baghdad, LiputanIslam.com –  Pemerintah Irak secara resmi mengumumkan bahwa semua pasukan yang disebut-sebut sebagai koalisi internasional anti-ISIS  telah ditarik dari Irak.

Pengumuman tersebut dinyatakan sendiri oleh Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi melalu akun Twitter-nya, Rabu (29/12).

“Misi tempur Koalisi Internasional telah berakhir, dan semua pasukan dan perlengkapan tempurnya telah ditarik dari Irak,” tulis Al-Kadhimi.

Dia menambahkan, “Peran koalisi sekarang menjadi sebatas saran dan dukungan, sesuai hasil Dialog Strategis.”

Perdana Menteri Irak berterima kasih kepada negara-negara dan para pemimpin Koalisi Internasional serta negara-negara jiran Irak atas partisipasi mereka dalam penumpasan kelompok teroris ISIS.

Dia juga menyebutkan, “Kami memastikan kesiapan pasukan kami membela bangsa kami.”

Koalisi Internasional yang dipimpin oleh AS itu dibentuk pada Oktober 2014, setelah ISIS menguasai sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah.

Dialog Strategis antara AS dan Irak dimulai pada masa kepresidenan Donald Trump pada Juni 2020, sementara putaran pertama pembicaraan pada masa kepresidenan Joe Biden diadakan pada April. Di babak terakhir, kedua negara membuat pernyataan bersama bahwa AS akan menarik keluar pasukan tempur yang tersisa dari Irak.

Komandan Komando Pusat AS  Frank McKenzie pada awal bulan ini memperingatkan ihwal apa yang disebutnya peningkatan “serangan terhadap personel AS dan Irak oleh milisi yang didukung Iran” yang menentang kehadiran Barat, dan terutama AS.

Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) atau Hashd al-Shaabi yang didukung Iran telah mendesak supaya  semua pasukan AS, bukan hanya pasukan tempur, ditarik sepenuhnya dari Irak. Beberapa komandan PMF juga mengancam akan menyerang pasukan AS jika mereka tidak mundur sepenuhnya.

Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang telah menangguhkan layanannya menyusul serangan oleh kelompok-kelompok pro-Iran, Senin lalu memperingatkan warganya bahwa demonstrasi dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang terkait sengketa hasil pemilihan Oktober serta “tenggat waktu 31 Desember untuk transisi operasi militer AS di Irak dan peringatan serangan udara yang menewaskan Qasem Soleimani  pada 3 Januari.”

Qasem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terbunuh bersama petinggi PMF oleh serangan udara AS di Baghdad pada 3 Januari 2020. (mm/alalam/rudaw)

Baca juga:

Wallace: Tak Seorang pun Berusaha Sekeras Jenderal Soleimani untuk Tumpas ISIS

Rencanakan Latihan Perang Lagi, Iran Beri Peringatan Keras kepada Musuhnya

 

DISKUSI: