Al-Jazeera Sebarkan Video Pujian untuk Qasem Soleimani, Netizen Arab Heboh

0
145

London, LiputanIslam.com –  Sebuah podcast atau siaran non-streaming di media sosial yang berafiliasi dengan saluran TV Al-Jazeera yang berbasis di Doha, Qatar, mengundang kontroversi di media sosial Arab karena  menyiarkan konten video yang menyanjung kepribadian Alm. Qassem Soleimani, mantan komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Seperti dilaporkan Rai al-Youm, Kamis (14/5/2020), Podcast Al-Jazeera mensejajarkan Soleimani dengan Margaret Thatcher, Napoleon Bonaparte dan Taha Hussein, sementara kantor berita semi-resmi Iran Fars menanggapi pujian Podcast Al-Jazeera atas Soleimani itu, dan menyebut Soleimani sebagai “prajurit” yang mendedikasikan hidupnya demi kejayaan Islam dan revolusi Islam.

Fars menilai tindakan Al-Jazeera itu “menerima banyak pujian dan kekaguman dari seluruh dunia, tapi tentu saja tidak dari Arab Saudi dan medianya, termasuk TV Al -Arabiya.”

Menurut Fars, Al-Arabiya milik Saudi merilis podcast di halaman Twitter-nya hanya untuk menyatakan bahwa Al-Jazeera sudah gila.

Dalam konten berupa video animasi itu terdapat narasi suara yang menggambarkan pengakuan diri Soleimani sebagai pejuang yang ditakuti oleh “Setan Besar” (AS) dan Rezim Zionis Israel.

Suara itu berbunyi sebagai berikut;

“Aku Qasim Soleimani, prajurit yang telah mendedikasikan hidupnya demi pengabdian kepada Islam, revolusi Islam serta kejayaan dan kehormatannya.

“Akulah Soleimani, prajurit yang berjihad di jalan Allah, komandan Pasukan Quds IRGC, nama yang ditakuti oleh Setan Besar (AS) dan musuh, Zionis, serta ditakuti pula oleh para antek kaum mustakbirin di kawasan kita.

“Apapun pangkatku, aku tidaklah lebih dari seorang prajurit revolusi Islam. Ya, prajurit, dan segala puji bagi Allah yang telah menyucikan hatiku dari kecintaan kepada dunia, dan telah memberiku anugerah tertinggi berupa kesyahidan di jalan Allah.”

Di media sosial Facebook, seorang aktivis anti-pemerintah Suriah, Mohammad Sabra, mengecam konten tersebut dengan menyatakan, “Al-Jazeera Podcast telah berubah menjadi sekedar salah cabang media perang milisi teroris IRGC dengan memuji penjahat dan teroris Qasem Soleimani, pembunuh anak anak-anak kecil di Suriah dan Irak.”

Baca: AS Minta Israel Berhati-Hati Atas Rencana Aneksasi Tepi Barat

Seperti diketahui, Qassem Soleimani terbunuh bersama wakil ketua pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis, serta beberapa orang lain yang menyertai keduanya, akibat serangan udara AS pada tanggal 3 Januari 2020.

Iran menyebut serangan itu sebagai aksi teror, dan pada dini hari  tanggal 8 Januari 2020 IRGC membalas serangan AS itu dengan menghantamkan belasan rudal balistiknya ke dua pangkalan militer AS di Irak, termasuk Lanud Ain Assad yang ditempati oleh sekira 1500 tentara AS.

Baca: Hamas dan Jihad Islam Tolak Pertemuan Mengenai Rencana Aneksi Tepi Barat oleh Israel

IRGC menyatakan bahwa korban tewas tentara AS di Ain Assad mencapai 120 orang akibat serangan balasan itu, namun pihak AS menyatakan serangan itu hanya menyebabkan puluhan tentara AS menderita luka. (mm/raialyoum/fna)

DISKUSI: