Al-Houthi: Yaman bagian dari Perimbangan Kekuatan Anti-Israel

0
29

Sanaa, LiputanIslam.com  Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Badruddin Al-Houhi, menyatakan bahwa agresi kaum Zionis Israel di Quds bertujuan menghancurkan Masjid Al-Aqsa, dan bahwa Yaman adalah bagian dari perimbangan kekuatan resistensi anti-Israel.

Dalam kata sambutannya pada pertemuan dengan para delegasi kabilah provinsi Dhamar di Sanaa, Senin (30/5), Sayid Al-Houthi mengatakan bahwa “ bahaya Yahudi Zionis adalah bahaya dan ancaman bagi seluruh umat Islam dan hal-hal yang disucikan oleh umat “ dan “penodaan, penyerbuan dan agresi itu merupakan langkah-langkah pendahuluan untuk mencapai tujuan terbuka mereka dalam penghancuran Masjid Al-Aqsa”.

“Kami umumkan dengan sungguh-sungguh bahwa kami ada dalam perimbangan kekuatan yang diumumkan Sayid Hassan Nasrallah (Sekjen Hizbullah Lebanon), dan kami akan menjadi bagian dari orang-orang yang hadir agar ada posisi perang bagi kami di jalan Allah,” lanjutnya.

Sayid Al-Houthi  juga mengatakan, “Jika umat ini mengabaikan Palestina dan Al-Aqsa maka ini berarti memungkinkan musuh untuk melesatkan kekejian dan konspirasinya terhadap seluruh anak umat ini. Lobi Yahudi memiliki rencana-rencana yang membidik umat Islam bahkan sebelum pendudukan atas Palestina.”

Dia menilai apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan Palestina merupakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan umat Islam, dan agresi terhadap Yamanpun merupakan agresi yang dilancarkan dalam rangka memperkuat eksistensi Israel dan penyingkiran segala yang menjadi kendala dan rintangan bagi rezim Zionis ini.

“Mengungsai secara penuh dan langsung kekayaan umat Islam adalah tujuan AS dan Israel,” imbuhnya.

Dia menyebutkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menjadi tuan rumah “para penjahat Zionis” atas nama agama dan apa yang disebut konferensi antar-agama, dan bahwa Israel tak berani melancarkan agresi ke Yaman secara langsung karena memang “terlalu lemah untuk dapat melakukannya” dan memandangnya sebagai sebagai “pertaruhan yang berbahaya”.

Pemimpin Ansarulah mengatakan, “Israel mendorong para pecundang munafik agar mengagresi Yaman dengan berbagai label lain dan mengerahkan dana sebesar apapun. Media Saudi dan UEA tampak seperti media Israel seandainya tak berbeda bahasa.”

Dia juga mengatakan, “Dunia akan berhadapan dengan krisis pangan akibat konspirasi AS, Israel dan Barat, mereka mengatur untuk krisis ini, musuh mengatur untuk penghentian ekspor beberapa produknya ke dunia Islam demi menciptakan krisis pangan.” (mm/raialyoum)

Baca juga:

Pawai Bendera Ekstrimis Zionis Israel di Quds Panaskan Situasi

Media Israel: Israel Tak Punya Kuasa atas Quds

DISKUSI: