Al-Aqsa Meradang, Hamas: Hanya ada Dua Pilihan

0
171

Gaza, LiputanIslam.com Menanggapi memanasnya situasi di Quds dan Masjid Al-Aqsa akibat kebrutalan pasukan Zionis terhadap ribuan jemaah Palestina, Jumat (15/5), Ketua Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh menegaskan bahwa hanya ada “dua pilihan” di tengah situasi ini.

“Pendudukan, penindasan dan pelaksanaan (ritual) kurban (oleh warga Zionis) di Masjid Al-Aqsa, atau perlawanan, penguatan status keislaman Quds dan Masjid Al-Aqsa di dalamnya,” tegas Haniyeh dalam menyebutkan dua pilihan itu pada siaran persnya.

Dia menekankan bahwa orang-orang Palestina dan umat Islam adalah pihak yang membuat keputusan.

“Dan keputusan kami adalah mempertahankan dan melindungi Masjid Al-Aqsa dengan segala cara,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, “Tak ada tempat bagi penjajah di Quds dan Al-Aqsa kami, dan kami akan menang dalam memperjuangkan kehendak dan identitas, sepanjang apapun lamanya (perjuangan).”

Penasihat biro politik Hamas bidang media, Taher al-Nono, menyatakan bahwa Haniyeh telah melakukan beberapa kontak dengan para pemimpin dan pejabat di Timteng dan sekitarnya untuk menghentikan agresi Israel di Masjid Al-Aqsa, Quds dan berbagai daerah pendudukan Palestina lainnya.

Al-Nono juga menyebutkan bahwa Haniyeh telah memberi tahu berbagai pihak terkait bahwa Rezim Zionis Israe bertanggung jawab atas membaranya situasi di Palestina, dan harus segera menghentikan provokasi, kejahatan, penistaan kesucian, dan pembunuhan orang-orang Palestina.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, ratusan jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa terluka akibat serangan brutal pasukan Zionis Israel usai shalat subuh yang diikuti oleh ribuan orang di dalam dan di halaman masjid yang sangat disucikan oleh umat Islam ini.

Beberapa negara, termasuk Yordania, Mesir dan Turki mengecam dan menyalahkan Israel atas meradangkan situasi, terutama di Masjid Al-Aqsa. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Diancam Para Pejuang Palestina, Israel Bantah Rencana Penyembelihan Kurban di Al-Aqsa

Dua Orang Palestina lagi Gugur di Jenin akibat Serbuan Pasukan Zionis

DISKUSI: