Ahmad Massoud Nyatakan Siap Berunding dengan Taliban

0
296

Kabul, LiputanIslam.com –  Ahmad Massoud, putra tokoh pejuang legendaris Afghanistan Ahmad Shah Massoud, yang disebut-sebut telah membentuk front oposisi anti-Taliban, belakangan dikabarkan menyatakan siap berunding dengan Taliban.

“Kami siap berunding dengan Taliban untuk membentuk pemerintahan yang inkusif dengan Taliban, tapi kami tak akan pernah menerima paksaan,” ungkap Ahmad dalam wawancara dengan surat kabar Asharq Al-Awsat terbitan London, seperti dikutip Tasnim, Ahad (22/8).

Ahmad yang sangat berpengaruh di Panjshir,  satu-satunya kawasan yang tak jatuh ke tangan Taliban, mengatakan, “Kami siap berunding dengan Taliban, kami menjalin komunikasi dengan gerakan ini, bahkan ayah saya juga berbicara dengan Taliban. Untuk berbicara dengan para pemimpin gerakan ini, pada tahun 1996 dia pergi keluar dari Kabul tanpa membawa senjata dan pengawal lalu mengatakan kepada mereka, ‘Kalian mau apa? Menerapkan agama Islam? Kami semua Muslim dan menghendaki perdamaian, maka mari biarlah kita bekerja sama satu sama lain’.”

Ahmad menambahkan, “Meski demikian, kelompok Taliban ingin memaksakan segala sesuatu dengan senjata, dan inilah yang tak dapat kami terima. Jika mereka menghendaki perdamaian, berbicara dan bekerja sama dengan kami maka kita semua adalah orang Afghan dan akan menegakkan perdamaian.”

Dia menyebutkan , “Di masa ayah saya, Taliban tak sanggup menguasai Afghanistan utara, tapi kelompok teroris Al-Qaeda kemudian membunuh beliau (pada 9 September 2001). Meski demikian, saya berhasrat dan siap melupakan darah ayah saya demi terciptanya perdamaian, keamanan dan stabilitas… Kami siap mendirikan sebuah pemerintahan yang inklusif dengan Taliban melalui perundingan politik. Apa yang tak dapat kami terima ialah pendirian pemerintahan radikal Afghanistan, yang dapat menjadi ancaman yang berbahaya bukan hanya bagi Afghanistan melainkan juga kawasan dan seluruh dunia.”

Ahmad Massoud melanjutkan, “Dalam praktiknya kami berbicara dengan mereka, dan untuk mencapai jalan keluar dan menyudahi segala bentuk perang dan konfrontasi kami menaruh harap pada apa yang mereka katakan bahwa mereka menentang terorisme internasional. Meski demikian, kami harus melihat ini dalam praktiknya, dan kami berharap mereka memang menghendaki demikian.”

Di bagian akhir dia mengatakan, “Kami tak menghendaki perang, tapi jika mereka masuk ke Panjshir maka kami siap berperang. Benar bahwa mereka dapat memasuki dengan tenang jika tak membawa senjata, tapi jika sampai membawa senjata maka kami siap bertahan sampai orang terakhir. Meski demikian, kesempatan harus dibuka untuk perdamaian, meskipun perdamaian ini dengan Taliban.” (mm/tasnim)

Baca juga:

Taliban Minta Bantuan Rusia Bujuk Kelompok Panjshir agar Tak Melawan

Beragam Ujian yang Menanti Taliban

DISKUSI: