Abdel Malik Al-Houthi: Semua Operasi Militer Kami adalah demi Melawan Dominasi dan Agresi Asing

0
135

Sanaa, LiputanIslam.com –  Pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Sayid Abdul Malik Al-Houthi, menyatakan bahwa operasi militer kelompok ini di semua jalurnya adalah dalam rangka melawan dominasi dan agresi pihak lain terhadap Yaman.

Dalam sebuah pidato, Jumat (19/2), dia mengatakan bahwa Ansarullah bertempur di Jawf, Baida, Taiz, dan kawasan pesisir adalah untuk membendung ambisi agresor untuk berdominasi dan bermandat atas bangsa Yaman.

Al-Houthi menekankan konsistensi bangsa Yaman kepada identitas keimanananya sebagaimana juga kepada urusan umat Islam, terutama Palestina.

“Yaman tidak ingin berada di bawah mandat Saudi, atau Emirat, atau AS, atau Israel… Sebagai bangsa Yaman dan umat Islam kami berusaha lolos dari ketergantungan kepada AS dan Israel,” ujarnya.

Dia menolak alasan pihak-pihak yang menormalisasi hubungan dengan Israel dan menyebutnya pembenaran belaka.

“Sebelum Revolusi 21 September (2014) terdapat mandat asing, terutama AS, sementara AS dan Israel adalah dua wajah dari satu koin. Prioritas AS ialah memperkuat Israel di kawasan, memperkokoh dominasi dan superioritasnya di kawasan, dan menjadikannya sebagai pemimpin apa yang mereka sebut Timur Tengah,” terangnya.

Dia menambahkan, “Mandat atas bangsa Yaman sebelum Revolusi 21 September tak mengenal belas kasih terhadap bangsa kami. Mandat ini merupakan penghinaan dan penistaan terhadap bangsa kami. Pihak-pihak yang rela, berharap, dan mendukungnya mandat itu ketika ditolak oleh rakyat lantas mendukung agresor dan berperang bersama asing sampai sekarang.”

Mengenai pertempuran sengit di sekitar kota Ma’rib, Sayid Al-Houthi menegaskan, “Perjuangan kami di Ma’rib atau di provinsi manapun bukanlah terhadap penduduknya, mereka justru mitra kami dalam identitas keimanan, dan mayoritas penduduk Ma’rib adalah orang-orang terhormat dan merdeka… Semua operasi militer di semua jalurnya adalah dalam rangka menghadang agresi yang dimulai oleh pihak lain terhadap kami.”

Di bagian akhir pidatonya, Pemimpin Ansarullah menyerukan kepada rakyat Yaman untuk terus berjuang dengan bertolak dari kesadaran akan kewajibannya sebagai kaum yang beriman, umar yang berkemanusiaan, dan bangsa yang cinta kepada tanah airnya.

Lebih jauh dia juga menyerukan kepada koalisi pimpinan Arab Saudi agar menghentikan agresi dan mencabut blokadenya terhadap Yaman.

“Problemanya adalah agresi dan blokade. Pendirian kami adalah pendirian yang benar dan adil berdasarkan semua standar kemanusiaan, moral, dan internasional,” pungkasnya. (mm/alalam)

Baca juga:

Ansarullah Yaman Tuding Pasukan Koalisi Jadikan Penduduk Ma’rib sebagai Tameng Hidup

Ansharullah Sebut Biden Tidak Tulus Soal Rencana Penghentian Perang Yaman

DISKUSI: