Ansharullah Sebut Biden Tidak Tulus Soal Rencana Penghentian Perang Yaman

0
47

Sanaa,LiputanIslam.com-Salah satu petinggi Ansharullah, Muhammad Ali Houthi mengatakan,”Saudi dan UEA tidak bisa bertindak tanpa lampu hijau AS atau instruksi darinya.”

Dilansir Russia Today, Houthi dalam pidatonya pada hari Rabu (17/2) lalu berkata,”AS bukan domba atau merpati perdamaian, sebab ia memimpin agresi ke Yaman. AS adalah penyebab semua bencana yang menimpa rakyat Yaman. Oleh karena itu, Joe Biden tidak tulus dan jujur untuk menghentikan perang di Yaman.”

“Bangsa kita tahu benar bahwa AS, Inggris, Prancis, Saudi, UEA, dan negara anggota Koalisi Arab menyerang negeri kita dan mengirim senjata untuk membunuh penduduk,”imbuh Houthi.

“Hari ini, berkat kasih Allah dan kepemimpinan Abdulmalik Badrudin Houthi kita telah sampai ke level-level tinggi. Kaidah pemimpin kita adalah tindakan diutamakan atas ucapan,”tandas Houthi.

Pemerintahan AS pimpinan Joe Biden mengklaim akan menghentikan perang di Yaman. Klaim ini dilontarkan di saat agresi ke Yaman dilakukan atas lampu hijau dari Pemerintahan Barack Obama, atau ketika Biden menjabat sebagai Capres.

Staf Menlu AS dan Utusan Khusus untuk Yaman, Timothy Lenderking mengatakan, solusi politik adalah satu-satunya opsi untuk mengakhiri krisis Yaman. Washington mengaku menghubungi kelompok Houthi melalui berbagai jalur.

Lenderking menambahkan, AS berupaya untuk memperluas tekanan atas Houthi. Menurutnya, saat ini waktu untuk mengakhiri konflik telah tiba. (af/fars)

Baca Juga:

Pasukan Koalisi Kirim Pasukan ke Ma’rib untuk Bendung Gerak Maju Ansarullah Yaman

Kongres AS Berusaha Hentikan Perang Yaman, Dubes UEA di Washington Marah Besar

DISKUSI: