Abaikan Ancaman Hizbullah, Israel Mulai Menguji Pipa Gas di Zona Sengketanya dengan Lebanon

0
188

Quds, LiputanIslam.com   Perusahaan energi yang berbasis di London, Energean, Ahad (9/10), mulai menguji pipa antara Israel dan ladang gas lepas pantai Karish di Mediterania timur, yang berada di zona konflik antara Israel dan Lebanon.

Israel bersikukuh bahwa seluruh ladang Karish berada dalam perbatasan maritim eksklusifnya sehingga tidak tunduk pada negosiasi dalam pembicaraan mengenai perbatasan maritim tidak langsung antara kedua pihak, yang dimediasi oleh AS.

Dalam praktiknya, kedua negara berada dalam situasi perang di mana yang terakhir di antaranya adalah perang Israel-Hizbullah yang berlangsung selama 34 hari pada tahun 2006.

Perusahaan menyatakan, “Setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Energi Israel untuk mulai melakukanpengujian tertentu, gas telah mulai mengalir dari pantai” ke anjungan apung penyimpanan produksi Karish.

Menurut Energean, yang mendapat lisensi untuk mengoperasikan lapangan tersebut, pengujian yang menghabiskan waktu beberapa minggu itu merupakan “langkah penting” untuk mengekstraksi gas dari lapangan Karish.

Sementara itu, sumber Lebanon yang mengetahui ihwal negosiasi mengatakan bahwa mediator AS, Amos Hochstein, memberi tahu otoritas Lebanon bahwa perkembangan itu merupakan “pengujian balik.”

Sumber itu mengkonfirmasi kepada AFP bahwa “negosiasi masih berlanjut,” karena Hochstein terus mengadakan pertemuan dengan kedua pihak.

Negosiasi antara Lebanon dan Israel dimulai pada tahun 2020, kemudian berhenti pada Mei 2021 karena perbedaan luas wilayah yang disengketakan setelah Lebanon menuntut pengubahan peta yang digunakan oleh PBB selama pembicaraan, dengan menyebutnya didasarkan pada perkiraan yang salah.

Sejak awal Juni, perkembangan yang terkait dengan masalah itu telah dipercepat setelah terjadi jeda selama berbulan-bulan, menyusul kedatangan kapal produksi dan penyimpanan di dekat ladang Karish dalam persiapan untuk dimulainya ekstraksi gas.

Beirut menganggap ladang itu berada di daerah yang disengketakan, sementara Israel mengklaimnya berada dalam zona ekonominya.

Seperti diketahui, kelompok pejuang Hizbullah telah berulang kali mengancam akan beraksi jika Israel bertindak secara sepihak dan mengabaikan hak Lebanon. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Hizbullah Bersumpah akan Kalahkan Israel dalam Perang

Hizbullah: Ancaman Zionis Tak Berguna, Malah Menimbulkan Kepanikan Pemukiman Israel Sendiri

DISKUSI: