Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Internasional

Tiga Alasan Mengapa Turki ‘Ngotot’ Terlibat dalam Konflik di Libya

Published 06/06/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Ilustrasi militer Turki di LIbya. Sumber foto: Rush Hour Daily

LiputanIslam.com—Konflik di Libya antara kubu GNA di bawah pimpinan Perdana Menteri Fayez al-Sarraj melawan kubu LNA di bawah pimpinan komandan Khalifa Haftar turut melibatkan sejumlah negara di Kawasan. Turki sebagai pendukung utama GNA terus mengirimkan bantuan militer, sehingga GNA berhasil merebut kembali kota Tripoli, sebagai kota paling penting di Libya, dari cengkraman pasukan Haftar.

Dukungan besar Turki untuk GNA pasti didasarkan atas alasan yang kuat. Berikut tiga alasan yang diduga memotivasi Turki untuk mengerahkan kekuatan militernya untuk GNA.

  1. Alasan Geostrategis

Pada November lalu, pemerintah Turki telah menandatangani pembatasan wilayah kelautan Mediterania bersama dengan GNA. Kesepakatan ini membuat negara tetangga, khususnya Yunani dan Siprus, panik. Sebab mereka sangat menentang hak pengeboran Turki di perairan tersebut.

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Çavuşoğlu, dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV 24 mengatakan bahwa kesepakatan antara Turki dan Libya dilakukan untuk dua hal, pertama untuk melindungi hak-hak Turki atas sebagian wilayah Siprus dan kedua untuk melindungi kepentingan Turki di perairan Mediterania.

Baca juga: Pasukan GNA Rebut Kembali Bandara Tripoli dari Pasukan Haftar

Kesepakatan antara Turki-Libya akan memuluskan langkah Turki untuk melakukan eksplorasi minyak di timur Mediterania, seperti yang disampaikan oleh menteri energi Turki, Fatih Dönmez minggu lalu.

Menurut Survei Geologi AS, wilayah timur Mediterania memiliki cadangan gas alam senilai USD700 milyar. Untuk mendapatkan itu, pemerintah Turki terus melakukan pengeboran gas alam di wilayah pesisir utara Siprus—yang diakui sebagai wilayah Turki—meski mendapatkan kecaman dari Eropa.

Di saat yang sama, Siprus, Yunani, dan Israel sedang bekerjasama membangun pipa yang bisa mengirim gas timur Mediterania ke Eropa. Para ahli menilai, kesepakatan Turki dengan GNA bisa merusak rencana tersebut.

“Aplikasi nota kesepahaman antara GNA dan Turki telah menyulut kemarahan dan sekaligus menjadi alasan dibalik dukungan militer Turki untuk GNA,” jelas Tim Eaton, anggota peneliti senior di Chatam House, seperti dikutip VOA.

  1. Alasan Ekonomi

Selain alasan geostrategis, pemerintah Turki juga berkepentingan untuk melindungi aset sejumlah perusahaan Turki yang sudah terlanjur berdiri di Libya.

Para pengusaha Turki telah terlibat investasi di Libya selama beberapa dekade, khususnya di sektor konstruksi, seperti yang dilaporkan Kadir Ustun, direktur eksekutif SETA Foundation.

Baca juga:

Mengenal Keterlibatan Aktor Asing dalam Pusaran Konflik di Libya

Sebelum Ghadafi tumbang, ratusan pengusaha Turki di bidang konstruksi dilaporkan telah menandatangani kontrak di Libya. Sayangnya, akibat konflik Arab Spring pada 2011 lalu, mereka terpaksa meninggalkan proyek yang belum rampung itu dan mengalami kerugian sekitar USD19 milyar.

  1. Alasan Ideologi

Di masa lalu, Turki dilaporkan memiliki hubungan dekat dengan Partai Konstruksi dan Keadilan (JCP), sebuah partai di Libya yang terpaut erat dengan kelompok Ikhwan al-Muslimin di Mesir. Kelompok ini, dikemudian hari melengkapi lahirnya GNA, yang saat ini dekat dan mendapatkan dukungan penuh dari Turki.

Kedekatan ideologi ini membuat hubungan antara Turki dan sejumlah negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi, dan UEA, menjadi renggang. Sebab, negara-negara Arab itu menganggap Ikhwan al-Muslimin sebagai kelompok berbahaya. (fd)

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account