Teheran: Barat Terlalu Banyak Menuntut Tanpa Menawarkan Apa pun

0
229

Teheran,LiputanIslam.com-Dalam wawancara dengan al-Arabi al-Jadeed, analis politik Mohammad Marandi menyatakan ada perselisihan dalam tiga hal di perundingan nuklir di Wina, yaitu pencabutan sanksi, uji kejujuran, dan pemberian garansi.

Marandi yang bertindak sebagai konsultan untuk delegasi Iran ini menegaskan bahwa AS dan Eropa harus mengambil keputusan-keputusan penting agar kesepakatan bisa diwujudkan.

Menurutnya, jika Eropa menghendaki kesepakatan, mereka harus memutuskan dan mengambil tindakan. Marandi menambahkan,”China dan Rusia mendukung sikap Iran dalam semua hal. Mereka meyakini bahwa Iran mengajukan tuntutan-tuntutan yang benar.”

Soal problem utama yang menjadi ganjalan dalam perundingan, Marandi berkata bahwa “Barat menuntut terlalu banyak tanpa memberikan apa pun.”

Ia berkata, negara-negara Barat mendesak Iran membatasi program nuklirnya. Namun mereka tetap berniat mempertahankan sanksi-sanksi demi menekan rakyat Iran.

Marandi berpendapat, mundurnya AS dalam sebagian hal “masih belum mampu meyakinkan Teheran.” Terkait potensi berlangsungnya perundingan langsung Teheran-Washington, ia berkata bahwa hal ini tak bakal terwujud dengan melihat perilaku AS saat ini.

Pihak-pihak perunding di Wina sedang mengambil nafas untuk beristirahat selama sepekan, yang dimulai sejak Sabtu lalu. Perundingan putaran ke-8, yang dimulai sejak 27 Desember lalu, disebut Wakil Uni Eropa Enrique Mora sebagai “salah satu putaran perundingan terlama.” (af/fars)

Baca Juga:

Presiden Iran: AS Harus Cabut Sanksi Sebelum Perundingan Secara Langsung

Terancam Gelombang Serangan Lanjutan dari Yaman, UEA Hentikan Operasi Militer Proksinya

DISKUSI: