Teheran Bantah Berita Bombastis Reuters Soal Jumlah Korban Jiwa dalam Demo Iran

0
80

Teheran,LiputanIslam.com-Kantor berita Inggris, Reuters, pada hari Senin (24/12) dalam laporannya mengklaim, jumlah korban jiwa dalam kerusuhan terakhir di Iran mencapai 1500 orang!

Reuters sendiri lama dikenal sebagai ruang komando psy war yang dilancarkan Inggris dan AS terhadap Iran. Dalam isu perundingan nuklir dan kampanye “tekanan maksimum” atas Teheran, kantor berita ini merupakan tangan kanan media bagi AS.

Reuters ‘mengutip’ angka ini dari sumber-sumber di kemendagri Iran dan pejabat keamanan, namun tak menyebutkan satu pun nama mereka.

Berita ini tak ayal segera dibantah keras oleh Iran. Ali Reza Zarifeyan (ketua humas sekretariat Dewan Keamanan Nasional Iran) menyatakan, mengumbar berita dan klaim semacam ini tak butuh keahlian khusus.

“Hanya dengan program yang sudah dirancang sebelumnya, cukup menjejerkan satu klaim dengan klaim lainnya. Jika media ini ditanya tentang sumbernya, Anda hanya akan dirujukkan kepada entitas tak kasat mata, sehingga klaim ini mustahil diverifikasi,”kata Zarifeyan.

Dengan demikian, katanya, klaim Reuters bukan hanya tak bernilai dari sisi intelijen dan keamanan saja, tapi juga tak pantas disebut sebagai berita. Dusta ini juga kian menodai kredibilitas Reuters yang sudah tercemar sebelum ini.

“Jika Reuters enggan menyebut sumber, dokumen, atau bukti sekecil apa pun, kenapa ia hanya menyebut angka 1500? Mengapa tidak sekalian menyebut angka 20 ribu? Hoaks seperti ini jelas tak punya kredibilitas,”tandas Zarifeyan. (af/alalam/tasnim)

Baca Juga:

Rouhani Pastikan Sanksi AS terhadap Iran akan Terhenti

Iran Tuding Israel dan Saudi Gerakkan Demo di Libanon

 

DISKUSI: