Staf Wapres Mundur, Rumor Sengketa di Gedung Putih Menguat

0
404

Washington,LiputanIslam.com-Menyusul tersebarnya berita perselisihan internal di antara pegawai kantor Wapres Kamala Harris, media-media AS mengabarkan bahwa manajer Humas Harris, Ashley Etienne telah mengundurkan diri.

Dahulu Etienne bekerja di kantor Ketua Majelis Perwakilan AS Nancy Pelosi. Namun setelah kemenangan Joe Biden di Pilpres 2020, ia bergabung dengan tim Harris. Saat itu, ia berkata hanya akan bekerja bersama Harris selama 1 tahun.

Satu tahun masa Pemerintahan Biden baru akan habis pada Januari 2022. Namun berdasarkan statemen Gedung Putih, Etienne akan keluar dari tim Harris pada Desember nanti.

Dalam beberapa pekan terakhir, tersebar kabar soal situasi tidak ideal Harris di Pemerintahan Biden, perselisihan antara para pegawainya, dan terpinggirkannya Harris dari media-media AS.

Kubu Harris meyakini bahwa dia tidak diposisikan di tempat yang semestinya dalam Pemerintahan AS. Di lain pihak, kubu Biden menyebut Wapres telah berkhianat.

Menurut CNN, Harris tinggal berjarak satu tahun lagi untuk memulai kampanye. Dia berkali-kali, baik secara pribadi atau terbuka, mengungkap minatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS berikutnya.

Para pendukung Harris mengklaim, Gedung Putih hanya menyuruh Harris untuk duduk sepanjang hari di depan komputer dan mengecek surel. Sebagian lain menyebar rumor bahwa Biden mungkin akan memecat Harris.

CNN menulis, salah satu kasus perselisihan terbaru Harris vs Biden terjadi kurang lebih 2 pekan lalu. Di saat Biden dan stafnya berupaya sepanjang hari meyakinkan para legislator soal draf infrastruktur, Harris justru pergi ke salah satu markas NASA di Maryland.

Seorang staf Harris berkata,”Jangan sampai program Harris dibatalkan hanya karena kebodohan Majelis Perwakilan.” Di lain pihak, para pendukung Harris menyatakan bahwa dia sudah mengadakan 150 pertemuan dengan para legislator soal draf infrastruktur ini. (af/fars)

Baca Juga:

Shin Bet Disebut Kerap Rekayasa Dakwaan, Bahkan atas Warga Israel Sendiri

Iran di PBB: AS dan Eropalah yang Tak Mematuhi JCPOA

DISKUSI: