Shin Bet Disebut Kerap Rekayasa Dakwaan, Bahkan atas Warga Israel Sendiri

0
345

TelAviv,LiputanIslam.com-Sebuah harian berbahasa Ibrani membeberkan, Biro Keamanan Domestik Israel (Shin Bet) biasa mengarang-ngarang dakwaan, bukan hanya terhadap warga Palestina, tapi juga termasuk orang-orang Zionis sendiri.

Hal ini diungkap dalam wawancara Haaretz dengan mantan perwira Israel, Izzat Nafsu. Nafsu pernah ditangkap di tahun 1980 silam atas tuduhan bekerja sebagai mata-mata Lebanon.

Beberapa waktu lalu, sempat terjadi bentrokan antara orang Yahudi dan Arab usai dilancarkannya operasi militer Hami al-Aswar. Dua pemuda Arab ditangkap Shin Bet atas tuduhan serangan terhadap serdadu Israel. Mereka pun dipaksa untuk mengaku sebagai pelaku serangan.

Setelah 2 pemuda itu ditahan selama 4 bulan, muncul sebuah klip yang membuktikan bahwa mereka mereka tidak bersalah, karena mereka datang ke TKP usai terjadinya insiden. Jurnalis Haaretz di awal wawancara mengatakan, kejadian ini mengingatkannya kepada kasus Nafsu, yang juga dipaksa mengakui perbuatan yang tak dilakukannya.

Dalam wawancara itu, Nafsu menyatakan bahwa orang yang ngotot tidak mengaku saat diinterogasi Shin Bet, pasti dia orang gila. Sebab jika tidak segera mengaku, orang itu akan hancur dari sisi kejiwaan.

“Mereka menghancurkan saya dari sisi kejiwaan. Di hari pertama dan kedua, mereka akan memeriksa kehidupan Anda. Mereka akan menemukan titik lemah Anda dan menggunakannya untuk menekan Anda. Mereka juga menggunakan kekerasan dan penyiksaan, tapi tidak terlalu keras.”

“Namun mereka menghina saya dan menyiksa saya dengan cara-cara lain… Mereka tidak membiarkan saya tidur. Saya dipaksa mandi dengan air dingin. Saya dibikin kecapekan dan terus diintimidasi… Pada akhirnya, saya hancur secara kejiwaan… Dalam kondisi ini, saya mengakui apa yang tidak saya lakukan. Sebab satu-satunya hal yang Anda inginkan dalam situasi ini adalah agar mereka membebaskan Anda,” tutur Nafsu. (af/fars)

Baca Juga:

Drone-drone Hamas Ciutkan Nyali Israel

Petinggi Militer Israel: Teheran hanya Bisa Dihadapi Washington, Bukan Tel Aviv

DISKUSI: