Soal Serangan Rudal Iran ke Ayn al-Asad, Serdadu AS: Saya Masih Bermimpi Buruk

0
909

Washington,LiputanIslam.com-”Rudal-rudal mereka (orang-orang Iran) akurat. Kami sudah mengetahuinya, tapi berbeda ketika melihatnya sendiri. Mereka menembakkan rudal-rudal dari jarak yang cukup jauh dan rudal-rudal itu menghunjam turun nyaris di tempat yang mereka inginkan.”

Pernyataan di atas disampaikan oleh Komandan CENTCOM Jenderal Frank McKenzie, saat membicarakan serangan rudal Iran ke pangkalan Ayn al-Asad. Itu adalah serangan yang dilancarkan Iran menyusul teror atas Jenderal Qassem Soleimani beberapa hari sebelumnya.

McKenzie mengakui, itu adalah serangan yang belum pernah ia saksikan sebelum itu.

Stasiun televisi AS, CBS, pada Minggu (8/8)lalu mewawancarai sejumah petinggi militer AS terkait serangan rudal Iran ke pangkalan Ayn al-Asad di awal tahun 2020 silam.

Mayor Alan Johnson bercerita,usai ia mendapatkan info intelijen bahwa Iran bersiap melancarkan serangan rudal,ia pun merekam video perpisahan untuk keluarganya.beberapa jam setelah itu, hujan rudal Iran mulai menghantam pangkalan AS di Irak tersebut.

“Aliran udara kencang (akibat ledakan) menghambur ke arah saya dan masuk ke dalam bungker. Pendengaran saya langsung hilang sepenuhnya, seolah saya berada di dalam air. Saya bisa merasakan rasa tanah dan logistik yang masuk ke mulut saya.”

Setelah gelombang ledakan usai, api mulai menjilat-jilat dan “Api mulai menjalar ke arah bungker. Anda tahu, tingginya sekitar lebih dari 2 meter.”

“(Saya berkata kepada diri sendiri) kami akan terbakar hidup-hidup di sini. Kami mulai berlari menempuh jarak sejauh 135 meter. Baru saja kami menempuh sepertiganya, kami mendengar suara ‘Serangan! Berlindunglah!’ Saya masih harus berlari sejarak lapangan sepakbola. Saya tidak tahu kapan rudal berikutnya akan menghantam,” tutur Johnson.

Menurutnya, beberapa jam setelah serangan ia menyadari telah mengalami cedera parah akibat gegar otak.

“Saya masih mengalami sakit kepala tiap hari. Saya mendengar suara denging menakutkan di telinga saya. Saya ingin akui ini: saya masih bermimpi buruk,”kata Johnson. (af/fars)

Baca Juga:

Mercer Street dan Kekhawatiran AS terhadap Sosok Raisi

Yaman akan Bergandengan Tangan dengan Iran Atasi Masalah Umat Muslim

 

DISKUSI: