Sindrom Havana Disebut sebagai Ancaman bagi Keamanan Nasional AS

0
1655

Washington,LiputanIslam.com-Pemerintah AS didesak untuk bertindak cepat menangani sindrom Havana. Desakan ini disampaikan para senator, baik dari Demokrat atau Republik, melalui surat mereka kepada Menlu AS Antony Blinken.

”Kami sangat khawatir bahwa laporan-laporan soal sindrom Havana terus bertambah. Jelas bahwa para diplomat dan personel-personel AS lain masih berada dalam ancaman. Ini adalah ancaman penting dan serius terhadap keamanan nasional kita.”

“Kami meyakini bahwa ancaman ini membutuhkan perhatian level tertinggi dari Kemenlu AS. Kami merasa cemas karena Kemenlu tidak memberikan perhatian yang selayaknya kepada krisis ini,”demikian disebutkan dalam surat itu, yang juga sampai ke kantor stasiun televisi CBS.

Para pejabat Kedubes AS di Ibu Kota Kuba melaporkan munculnya penyakit ini di tahun 2016 silam, sehingga dinamakan dengan sindrom Havana. Penyakit misterius ini memiliki sejumlah gejala, seperti pusing, sakit kepala, kelelahan, rasa mual, gelisah, problem identifikasi, suara lonceng dalam kepala, dan menurunnya daya ingat.

Berbagai laporan mengabarkan, kasus sindrom Havana terjadi di negara-negara Kolombia, Austria, Jerman, Vietnam, dan negara-negara lain. Dalam banyak kasus, gejala-gejala penyakit ini terlihat di dekat para pejabat senior AS yang tengah berkunjung ke luar negeri. (af/fars)

Baca Juga:

Kelompok Separatis Dukungan Israel Gagal Destabilisasi Aljazair

Legislator Irlandia Kritik Standar Ganda AS soal Isu Nuklir

DISKUSI: