Sindir Uni Eropa, Rusia: Brussels Bukan Pusat Semesta

0
8

Moskow,LiputanIslam.com-Ketua Kantor Kerja Sama Eropa Kemenlu Rusia, Nikolai Kubrinets melontarkan sindiran terkait sanksi-sanksi Uni Eropa atas Moskow.

Fars memberitakan, media-media Barat mengutip pernyataan Kubrinets bahwa “Rusia tidak akan memohon kepada Uni Eropa untuk mencabut sanksi-sanksinya atas Moskow.”

Mengutip dari RIA Novosti, Reuters melaporkan bahwa Kubrinets menyebut Rusia “memiliki lingkar keamanan yang memadai”, sehingga tidak perlu mengemis kepada Uni Eropa untuk menghapus sanksi-sanksinya.

“Uni Eropa bukanlah pusat alam semesta,”sindir Kubrinets.

Statemen ini dilontarkan sehari setelah Moskow menjatuhkan sanksi atas sejumlah pejabat senior Uni Eropa, legislator, dan elemen-elemen media negara-negara Eropa, sebagai balasan atas embargo yang diberlakukan atas Rusia.

Dalam statemen Kemenlu Rusia disebutkan, daftar sanksi baru meliputi para wakil Pemerintahan dan Parlemen negara-negara anggota Uni Eropa, Komisioner Uni Eropa, para pemimpin struktur militer negara-negara Eropa, dan sejumlah tokoh media-publik.

Mereka dicantumkan dalam daftar sanksi atas kebijakan Rusiafobia yang dijalankan orang-orang ini.

“Kebijakan sanksi Uni Eropa atas Rusia telah melampaui semua batas. Setelah dimulainya operasi khusus militer Rusia di Ukraina, Brussells secara spontan menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap warga dan perusahaan-perusahaan Rusia,”tegas Kemenlu Rusia.

Ketegangan antara Rusia dan Barat, terutama AS dan anggota Uni Eropa, kian memanas setelah dimulainya operasi militer Moskow ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Sejak itu hingga sekarang, negara-negara Barat memberlakukan sanksi-sanksi berat atas Rusia, memberikan bantuan finansial dan persenjataan kepada Ukraina, dan meningkatkan upaya untuk mengucilkan Rusia di dunia internasional.

Menlu Ukraina Dmytro Kuleba sendiri mengaku, sejumlah negara Barat mulai letih menjatuhkan sanksi atas Moskow. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Polandia, Kuleba berkata,”Terus terang saja, kami melihat sebagian negara sudah capek karena sanksi-sanksi. Namun Polandia bukan termasuk negara-negara ini.” (af/fars)

Baca Juga:

Rusia Sebut “Neo-Nazi” Jadikan 4.5 Juta Orang Ukraina sebagai Tameng Manusia

Dianggap Berpengalaman Hadapi Sanksi, Iran Jadi ‘Guru’ Rusia

DISKUSI: