Serangan AS  Tewaskan Warga Sipil, Menhan AS Cuma Minta Maaf

0
241

Washington,LiputanIslam.com-Setelah Komandan CENTCOM Kenneth McKenzie mengakui bahwa serangan drone AS menewaskan warga sipil Afghanistan, bukan ISIS, Menhan AS Lloyd Austin dalam statemennya meminta maaf atas serangan pada tanggal 29 Agustus itu.

Ia mengakui, penyelidikan tentang insiden itu menunjukkan bahwa 10 orang tewas, termasuk 7 anak-anak.

“Kami meminta maaf dan berusaha untuk mengambil pelajaran dari kekeliruan mengerikan ini. Sebab itu, kami telah menginstruksikan untuk mengkaji penyelidikan yang baru-baru ini dilakukan Komando Pusat AS,”ujar Austin.

Menurutnya, tujuan kajian ini adalah mengetahui sejauh mana tindakan pertanggung jawaban bisa diambil dan apakah perlu ada perubahan pada pejabat-pejabat yang terkait serangan itu.

Austin kembali mengklaim, tujuan serangan itu adalah mencegah “ancaman dalam waktu dekat” atas bandara internasional Hamid Karzai di Kabul.

Wawancara dan klip-klip yang dihimpun New York Times menunjukkan, serangan drone Reaper AS ke sebuah sedan pada tanggal 29 Agustus menewaskan Zemari Ahmadi, seorang pekerja kemanusiaan yang tak ada kaitannya dengan ISIS-K.

“Sekarang kami tahu bahwa tak ada kaitan antara Zemari dan ISIS-K. Kami juga tahu bahwa aktivitasnya di hari itu sama sekali tidak membahayakan, juga tak berkaitan dengan ancaman dalam waktu dekat yang kami duga. Zemari adalah salah satu korban tak berdosa yang terbunuh secara menyedihkan,”kata Austin.

Meski begitu, seorang pejabat militer AS mengatakan, tidak akan ada sanksi yang dijatuhkan, sebab Tentara AS melancarkan serangan itu berdasarkan informasi keamanan. (af/alalam)

Baca Juga:

Drone AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan, Pentagon Enggan Selidiki

Taliban Minta Masyarakat Internasional Akui Pemerintahan Sementara Afghanistan

DISKUSI: