Drone AS Tewaskan Warga Sipil Afghanistan, Pentagon Enggan Selidiki

0
321

Kabul,LiputanIslam.com-Kemenhan AS (Pentagon) melalui jubirnya menyatakan, AS tidak berniat mengirim tim investigasi untuk menyelidiki serangan drone yang membunuh warga sipil di Kabul.

John Kirby dalam konferensi pers Senin (13/9) mengatakan, sekarang tidak ada opsi untuk mengirim inspektur lapangan ke Afghanistan untuk melakukan penyelidikan.

Terkait serangan drone AS tersebut, Kirby berkata bahwa serangan itu dilakukan untuk “mencegah serangan ke bandara dalam waktu dekat.”

Baru-baru ini, New York Times melaporkan bahwa serangan drone AS di dekat bandara Kabul tidak menyasar target milik ISIS-K. Serangan yang dilakukan menjelang hengkangnya AS dari Afghanistan itu justru menargetkan kendaraan seorang pekerja kemanusiaan dan anak-anaknya.

Wawancara dan klip-klip yang dihimpun New York Times menunjukkan, serangan drone Reaper AS ke sebuah sedan pada tanggal 29 Agustus menewaskan Zemari Ahmadi, seorang pekerja kemanusiaan yang tak ada kaitannya dengan ISIS-K.

Menurut New York Times, Ahmadi bekerja sebagai insinyur listrik untuk korporasi NEI (Nutrition and Education International yang bermarkas di California. Direktur NEI menanggapi tewasnya Ahmadi dengan berkata,”Kami tidak memiliki kaitan sama sekali dengan ISIS atau terorisme.”

Tentara AS hingga kini hanya mengakui tewasnya 3 warga sipil. Sedangkan keluarga Ahmadi menyatakan, 10 anggota keluarga mereka, termasuk 7 anak, tewas akibat serangan itu. (af/fars)

DISKUSI: