Senator AS Peringatkan Trump Soal Serangan ke Situs Budaya Iran

0
146

Washington,LiputanIslam.com-Seorang senator dari Partai Republik mengaku, dia telah bertemu presiden AS dan memberinya peringatan agar tidak menyerang situs-situs budaya Iran.

“Saya hari ini (Senin) telah berbicara dengannya (Donald Trump). Saya katakan, kita tidak berperang dengan budaya bangsa Iran. Situs-situs budaya dan tempat-tempat keagamaan bukan target yang legal,”kata Lindsey Graham, seperti diberitakan Hill.

Senator dari South Carolina ini menambahkan, menjadikan situs-situs budaya sebagai target militer, akan mereduksi kredibilitas tindakan yang akan dilakukan AS.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump mengumbar ancaman akan menyerang situs-situs budaya di Iran.

Sesumbar Trump dilontarkan sehari setelah terjadinya serangan udara AS di sekitar bandara Baghdad, yang menewaskan Qassem Soleimani (komandan Pasukan Quds IRGC) dan Abu Mahdi al-Muhandis (petinggi al-Hashd al-Shaabi).

Melalui akun Twitter-nya, Trump berkoar,”Jika Iran menyerang warga atau kepentingan AS, AS akan menyerang 52 situs di wilayah Iran, mewakili 52 orang AS yang disandera Iran beberapa dekade lalu. Sebagian situs-situs itu berprofil tinggi dan sangat penting bagi Iran dan budayanya. Target-target itu, dan Iran sendiri, akan menjadi sasaran serangan hebat. AS tidak butuh diancam lagi.”

Cuitan presiden direspon oleh menlu Iran. Mohammad Javad Zarif menyatakan,”Penargetan situs-situs budaya adalah sebuah kejahatan perang. Akhir riwayat kejahatan AS di Asia Barat (Timteng) telah dimulai.” (af/alalam)

Baca Juga:

Poster Raksasa Soleimani dan Al-Muhandis Hantui Lokasi Sekitar Kedubes AS di Baghdad

Jubir Tentara Irak: Pergerakan AS di Udara dan Darat Irak Telah Dibatasi

 

DISKUSI: