Sebal terhadap Washington, Paris Serukan Pembentukan Tentara Independen Eropa

0
672

Paris,LiputanIslam.com-Usai menandatangani kesepakatan penjualan jet tempur senilai 3 milyar dolar kepada Yunani, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Eropa mesti memiliki tentara independen yang tak bergantung kepada AS.

Baru-baru ini, perjanjian Australia dan Prancis terkait penjualan kapal selam nuklir dibatalkan, menyusul dideklarasikannya pakta pertahanan AUKUS oleh AS, Inggris, dan Australia. Hal ini tak pelak memicu krisis diplomatik Paris dengan Washington, London, dan Canberra.

“Eropa harus berhenti bersikap polos. Ketika kita ditekan oleh kekuatan-kekuatan dunia, kita mesti bereaksi dan memastikan bahwa kita bisa melindungi diri sendiri. Kita tidak boleh meningkatkan ketegangan, namun harus menjaga diri kita,” kata Macron dalam konferensi pers bersama PM Yunani.

Kesepakatan pembuatan kapal nuklir antara Australia dengan AS dan Inggris sendiri memicu berbagai kecaman, baik dari Prancis atau negara-negara lain.

Wakil Rusia di organisasi-organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov menyatakan, kesepakatan terkait kapal selam nuklir AS dan Inggris dengan Australia adalah “hal yang sangat berisiko.”

“Kemungkinan IAEA akan menemukan solusi. Namun bagaimana pun juga, AUKUS terkait dengan kapal selam nuklir adalah hal yang mengandung banyak risiko. Hal ini akan meningkatkan ketegangan di Kawasan, juga mendorong sejumlah negara untuk memiliki kapal selam nuklir. Saya rasa, program-program untuk pakta ini tidak dikaji dengan cermat,”cuit Ulyanov. (af/fars)

Baca Juga:

Hamas Sebut Perang vs Israel Berikutnya akan Terjadi di Tepi Barat

PM Israel Dianggap Tak Becus Berpidato di PBB

 

DISKUSI: