Sayyid Nasrullah: Kebijakan AS Justru akan Buat Hizbullah Kian Tangguh

0
136

Beirut,LiputanIslam.com-Sekjen Hizbullah dalam pidatonya pada Selasa malam (7/7) menyinggung intervensi Dubes AS dalam masalah internal Lebanon. Sayyid Hasan Nasrullah menegaskan, nasib rakyat Lebanon ditentukan oleh pemerintah negara ini, bukan Dubes AS atau Menlunya.

Sayyid Nasrullah menyatakan, yang lebih berbahaya dari serangan verbal Dorothy Shea terhadap dirinya adalah pertemuan-pertemuan Dubes AS itu dengan sejumlah politisi Lebanon dan provokasinya agar mereka melawan Hizbullah.

Keputusan Hakim Lebanon, Muhammad Mazih, yang melarang Shea melakukan wawancara dengan media, disebut Sayyid Nasrullah sebagai keputusan berani dan bermartabat.

“Apa kaitan urusan finansial Lebanon dengan Dubes AS? Tapi dia malah ikut campur, bahkan mengumbar ancaman kepada para pejabat…Jika kalian menuruti tuntutan dan intervensinya, celakalah kalian,”kata Sayyid Nasrullah.

“Salah satu bentuk intervensi Dubes AS dalam urusan Lebanon baru-baru ini, adalah statemennya bahwa Pemerintahan (Lebanon) ini sudah habis. Apa hubungannya dengan dia? Yang memutuskan Pemerintah bertahan atau bubar adalah rakyat Lebanon, bukan Dubes AS,”tandasnya.

Daripada melakukan wawancara dengan media ini dan itu, Shea diminta Sekjen Hizbullah untuk melihat kejahatan yang dilakukan AS di negara-negara kawasan.

“Atasanmu (Trump) mengakui bahwa ISIS dilahirkan oleh pemerintah kalian. Kalian yang mendukung terorisme Israel dan Takfiri di Kawasan. Sebab itu, kami sarankan agar kalian mengenal batas diri sendiri dan menghormati diri kalian sendiri,”kata Sayyid Nasrullah.

Ia menegaskan, kebijakan-kebijakan Pemerintahan Trump untuk mencekik Lebanon justru akan membuat Hizbullah kian tangguh, dan di lain pihak, melemahkan para sekutu AS di Lebanon.

Terkait rencana aneksasi Tepi Barat oleh Israel, Sekjen Hizbullah menegaskan, meski rakyat Lebanon sedang disibukan oleh masalah ekonomi, tapi jangan sampai hal ini menyebabkan mereka lalai mendukung Palestina untuk melawan konspirasi Rezim Zionis.

Demi mengatasi krisis ekonomi, kata Sayyid Nasrullah, Lebanon mesti berubah dari negara konsumen menjadi negara produsen. Sekjen Hizbullah meminta Pemerintah Lebanon memperkuat sektor industri dan pertanian, karena dua hal ini bisa mewujudkan stabilitas di negara tersebut. (af/fars)

Baca Juga:

Lanjutkan Intervensi, Dubes AS Ancam PM Lebanon

Hina Hakim Lebanon, Dubes AS: Vonis Ini Gila!

DISKUSI: