Sayyid Nasrallah Sarankan Ubah Nama ‘Poros Resistansi’ Jadi ‘Poros Quds’

0
160

Lebanon,LiputanIslam.com-Dalam seminar online bertajuk “Mimbar al-Quds” Selasa (26/4)l, para tokoh-tokoh Resistansi dari Palestina, Lebanon, Yaman, dan Irak mengutarakan pandangan mereka tentang Quds.

Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah mengatakan,”Strategi Arogansi dunia dan para anteknya adalah mengulur-ulur waktu demi terlupakannya isu Palestina. Strategi musuh adalah membuat putus asa bangsa Palestina dan bangsa-bangsa Muslim…Namun berkat iman dan jihad. apa yang terjadi sekarang berlawanan dengan kehendak mereka.”

“Poros Resistansi, yang terus bertumbuh, mesti dinamakan ‘Poros Quds”, sebab Quds adalah titik pusat persatuan,”tandasnya.

“Quds adalah titik persatuan berbagai pemerintahan, sayap, dan bangsa-bangsa Poros Resistansi. Tentara-tentara hakiki saat ini terbentuk karena Quds. Para pejuang, yang merupakan petempur tangguh dan hati mereka bersama Quds, adalah bangsa Palestina yang tak akan meninggalkan negeri mereka. Orang-orang yang mesti angkat kaki adalah para penjajah. Tanggung jawab Quds ada di atas pundak semua umat.”

“Semua orang yang bersama Poros Resistansi mendapat tekanan untuk membiarkan Quds dan Palestina. Quds adalah bagian utama dari perang menentukan ini. Keteguhan dalam menghadapi blokade, kesusahan, dan terorisme adalah bagian mendasar dari pertempuran yang menentukan nasib serta masa depan. Kita berjanji kepada syuhada, terutama Sang Komandan Hajj Qassem Soleimani, yang telah menghabiskan umurnya untuk mengabdi kepada Poros ini,”papar Sayyid Nasrallah.

“Sebagaimana kita telah melalui tahap-tahap berat dengan kemenangan beruntun, hari ini kita juga berada di ambang kemenangan besar dan final. Berkat darah suci syuhada, kita akan melanjutkan jalan kita, meski butuh banyak pengorbanan. Kita akan menghancurkan semua batasan-batasan. Quds adalah tujuan dan pedoman kita,”pungkasnya. (af/alalam)

Baca Juga:

Pasukan Elit Hizbullah Ciutkan Nyali Israel

Jelang Hari Quds Sedunia, Ini Seruan  Resmi Pemerintah Iran kepada Umat Islam Dunia

DISKUSI: