Salahkan Trump, Media AS: Kita Mesti Terima Iran sebagai Negara Nuklir

0
237

Washington,LiputanIslam.com-Sebuah media terkemuka AS menulis, tampaknya dunia harus membiasakan diri hidup berdampingan dengan Iran sebagai negara nuklir.

Menurut Washington Post, hal ini adalah dampak dari tindakan Donald Trump yang mengeluarkan AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir (JCPOA).

Keputusan Trump ini disebut Washington Post sebagai “kesalahan kalkulasi politis paling buruk setelah invasi AS ke Irak tahun 2003”.

Harian AS ini menulis, keluarnya Trump dari JCPOA telah mendorong Iran menghidupkan kembali program nuklirnya. Berdasarkan laporan IAEA tahun lalu, cadangan uranium Iran yang sudah diperkaya telah mencapai 12 kali lipat batas yang diperbolehkan dalam JCPOA. Selain itu, Iran juga telah meningkatkan kapasitas pengayaannya hingga 60 persen.

Bahkan para pejabat keamanan Israel sekarang, tulis Washington Post, mengakui bahwa keluarnya AS dari JCPOA telah mendatangkan hasil terbalik, padahal dahulu mayoritas mereka menentang kesepakatan yang dibuat di masa Barack Obama.

Mantan Menteri Perang Israel di masa Netanyahu, Moshe Yalon berkata, ”Jika kita memandang pengambilan kebijakan di hadapan Iran dalam satu dekade terakhir, blunder paling mendasar adalah keluarnya Pemerintah AS dari JCPOA.”

Mantan Direktur Mossad, Tamir Padro juga menyebut keluarnya AS dari JCPOA sebagai “sebuah tragedi”.

Ketua Badan Antariksa Israel, Isaac Ben-Israel dalam sebuah wawancara juga berkata, ”Upaya Netanyahu untuk memprovokasi Trump keluar dari JCPOA adalah blunder strategis terburuk dalam sejarah Israel.” (af/fars)

Baca Juga:

Jenderal Iran: Israel akan Musnah Jika Menyerang Iran

Kontradiksi Statemen Baghdad dan CENTCOM soal Hengkangnya Tentara AS dari Irak

DISKUSI: