Kontradiksi Statemen Baghdad dan CENTCOM soal Hengkangnya Tentara AS dari Irak

0
358

Baghdad,LiputanIslam.com-Penasihat Keamanan Nasional Irak, Qasim al-Aaarajipada Kamis lalu secara resmi mengumumkan, misi militer Pasukan Koalisi AS di Irak telah berakhir.

“Hari ini kami telah menyelesaikan tahap akhir perundingan dengan Koalisi Internasional yang telah dimulai sejak tahun lalu. Kami secara resmi mengumumkan berakhirnya misi militer Koalisi Internasional dan hengkangnya mereka dari Irak. Hubungan dengan Koalisi dalam bidang pelatihan, konsultasi, dan pemberdayaan masih terus berlanjut,” kata al-Aaraji.

Kendati begitu, Komandan CENTCOM di hari yang sama mengatakan, AS akan mempertahankan 2.500 serdadunya saat ini hingga beberapa waktu mendatang di Irak. Ia juga mengklaim, ada kemungkinan milisi dukungan Iran akan meningkatkan serangan terhadap personel AS dan Irak.

Kontradiksi pernyataan Baghdad dan AS ini pun memicu reaksi Anggota Aliansi al-Fath Irak, Muhammad al-Baldawi. Ia mendesak agar Pemerintah Irak memberi penjelasan soal masalah ini.

“Statemen McKenzie bertentangan dengan pernyataan al-Aaraji. Penegasan McKenzie soal berlanjutnya eksistensi 2.500 serdadu AS di Irak menunjukkan bahwa dia tidak berkomitmen dengan kesepakatan Baghdad-Washington soal hengkangnya Tentara AS dari Irak hingga akhir tahun ini,” kata al-Baldawi.

Ia menilai, keberadaan Tentara AS di Irak tidak berguna. Selain itu, Tentara AS bertanggung jawab atas penyerangan ke basis-basis pasukan keamanan Irak dan al-Hashd al-Shaabi selama operasi pembebasan, pemberian informasi dan logistik kepada ISIS, keterlibatan nyata dalam serangan di bandara Baghdad, dan teror terhadap para panglima penumpas ISIS, yaitu Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis. (af/fars)

Baca Juga:

Al-Nujaba: Senjata Resistansi adalah Jaminan Keamanan Rakyat Irak

Faksi Resistansi Irak Sebut Antek AS Dalangi Ledakan di Bashrah

DISKUSI: