Sadar Assad Tak Bisa Dijatuhkan, AS Pilih Batasi Pengaruh Iran

0
291

Washington,LiputanIslam.com-Dalam beberapa bulan terakhir, AS dan negara-negara Arab mulai memulihkan hubungan mereka dengan Damaskus. Hal ini dilakukan setelah kegagalan mereka menggulingkan Bashar Assad selama 10 tahun terakhir.

New York Times (NYT) dalam laporannya menulis, meski Suriah berada di bawah sanksi UU Caesar, namun AS menyetujui distribusi gas Mesir melalui Yordania dan Suriah ke Lebanon. Meski tujuan utamanya adalah untuk menyaingi tindakan Hizbullah yang mengimpor BBM dari Iran.

Menurut media AS ini, dibukanya kembali perbatasan Yordania-Suriah, juga lawatan Menhan Suriah ke Amman, adalah sebagian sinyal pemulihan hubungan antara kedua negara.

“Raja Abdullah II di pekan lalu juga menelepon Assad dan bicara tentang ‘hubungan bersaudara antara dua negara dan peningkatan hubungan kerja sama.’ Padahal di tahun 2011 silam, Raja Yordania mendesak Assad untuk mundur dari kekuasaan,”tulis NYT.

NYT melaporkan, seorang pejabat senior AS dalam sebuah wawancara berkata, jelas bahwa Assad tidak bisa digulingkan. Selain itu, sanksi-sanksi atas Suriah juga tidak begitu efektif. Sebab itu, katanya, Pemerintah AS lebih memilih untuk fokus kepada isu-isu lain, seperti penanganan pandemi Corona dan pembatasan pengaruh Iran. (af/fars)

Baca Juga:

Suriah: Kami Sukses Gagalkan Konspirasi AS

Amnesti Internasional: Berakhirnya Tugas Tim Penyelidik PBB adalah Aib 

DISKUSI: