Ribuan Pengungsi Rohingya di Bangladesh akan Dikarantina

0
152

Para pengungsi Rohingya meramaikan sebuah pasar di Kamp Kutupalong, Ukhia, Bangladesh, pada 15 Mei 2020. Sumber foto: Presstv

Kutupalong,LiputanIslam.com—Menurut laporan para petugas kesehatan Bangladesh, ada sekitar 15.000 pengungsi Muslim Rohingya yang tinggal di kamp-kamp padat Bangladesh akan segera dikarantina menyusul dugaan masuknya wabah virus Corona di antara para pengungsi.

Petugas kesehatan senior di wilayah Cox’s Bazar, Toha Bhuiyan, mengatakan pada Selasa (26/5) kemarin bahwa otoritas setempat telah menutup akses jalan, termasuk jalan-jalan kecil menuju tiga kamp pengungsi.

“Belum ada infeksi kritis. Mayoritas menunjukkan adanya gejala di pernafasan. Kami telah membawa para korban ke ruang isolasi dan mengkarantina keluarga mereka,” ucap Bhuiyan.

Baca juga:

China Produksi Masker yang Bisa Bersihkan Diri Sendiri

Dubes China untuk AS: Ada Kasus Positif Corona sebelum Wuhan

Bhuiyan mengaku, saat ini para petugas sedang melakukan uji test untuk melacak orang-orang yang terinfeksi dan siapa saja yang telah berhubungan dengan mereka.

Awal April lalu, otoritas setempat telah menerapkan lockdown di wilayah Cox’s Bazar, setelah beberapa orang di luar kamp dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Mahbubur Rahman, ketua petugas kesehatan kawasan itu menyebut pengetatan di area masuk kamp-kamp pengungsi telah diberlakukan.

“Kami sangat khawatir karena kamp-kamp pengungsi Rohingya sangat padat. Kami menduga penyebaran virus telah di tengah kamp telah terjadi,” jelas Rahman.

Para aktivis kemanusiaan yang bekerja di wilayah itu mengaku khawatir jika penyebaran virus Corona di kamp-kamp padat tersebut bisa memicu terjadinya bencana kemanusiaan.

Meski otoritas Cox’s Bazar telah menyiapkan pusat isolasi dengan kapasitas lebih dari 700 pasien Covid-19, namun pusat isolasi itu belum dilengkapi dengan kasur dan ventilator yang cukup.

Ratusan ribu pengungsi Rohingya telah terusir dari Myanmar pada 2017 silam, usai terjadinya tindak kekerasan di kampung halaman mereka di provinsi Rakhine yang disponsori oleh pemerintah Myanmar. Mayoritas Rohingya melarikan diri ke Bangladesh, sebagian ke India, Thailand, Malaysia, dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

Atas tindakan tersebut, pemerintah Myanmar kini menghadapi tuntutan genosida di pengadilan internasional Den Haag.(fd/Presstv)

DISKUSI: