Rakyat Yordania Tentang Keras Hubungan Amman-Tel Aviv

0
205

Amman,LiputanIslam.com-Rakyat Yordania menyatakan akan melawan segala tindakan untuk menormalisasi hubungan Amman dengan Tel Aviv. Mereka meyakini bahwa Rezim Zionis berusaha memengaruhi Yordania dan mendapatkan keuntungannya melalui jalan normalisasi.

Harian al-Quds al-Arabi mengabarkan, penentangan ini dipicu oleh terungkapnya upaya Universitas Muhammad bin Zayed untuk merekrut mahasiswa Yordania dalam sebuah seminar. Beasiswa diberikan kepada para mahasiswa Yordania yang ingin melanjutkan kuliah mereka. Beasiswa tersebut adalah hasil dari kerja sama antara universitas UEA itu dengan universitas asal Israel.

Para mahasiswa dan Dewan Ilmiah Yordania merespons konspirasi ini dengan keluar dari seminar itu dan menggelar aksi protes untuk menunjukkan kemarahan terhadap apa yang terjadi. Bukan hanya itu, para mahasiswa Yordania pun menghalangi delegasi Israel berkunjung ke universitas-universitas lain. Mereka menuntut agar kunjungan delegasi Israel ini diselidiki.

Lalu terbetik berita, sejumlah uang sebesar 179.000 dinar diberikan kepada para mahasiswa kurang mampu di Universitas Yarmuk Yordania dari seseorang yang tidak dikenal. Setelah dilakukan penelusuran akhirnya terungkap bahwa orang itu adalah Hasan Ismaik. Dia merupakan seorang pengusaha UEA yang menjalin hubungan dengan Zionis terkait normalisasi. Hal ini membuat amarah warga Yordania makin berkecamuk.

Menurut al-Quds al-Arabi, para aktivis Yordania pun mengadakan kampanye di medsos terhadap aksi UEA ini agar upaya normalisasi ini dihentikan.

Aliansi politik dan partai-partai Yordania telah bergerak untuk membatalkan kesepakatan energi surya antara Amman dan Tel Aviv yang dibiayai UEA. Menurut mereka, kesepakatan ini adalah pintu bagi ketergantungan ekonomi Yordania kepada Israel. Selain itu, juga ada kesepakatan soal gas yang dianggap melanggar kedaulatan Yordania. (af/fars)

Baca Juga:

Aboul Gheit: Aljazair, Irak dan Yordania Ingin Suriah kembali Duduki Kursinya di Liga Arab

Irak Tegaskan lagi Penolakannya terhadap Normalisasi Hubungan dengan Israel

 

 

DISKUSI: