Raja Bahrain Klaim Normalisasi Bukan untuk Menyerang Negara Lain

0
86

Manama,LiputanIslam.com– Dikutip dari Reuters, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa mengklaim bahwa normalisasi Manama-Tel Aviv “tidak bertujuan untuk menyerang negara mana pun di Kawasan.”

Dia mengaku, tindakan ini diambil guna “mewujudkan perdamaian komprehensif di Timur Tengah, mendukung Palestina, dan menjalankan Inisiatif Perdamaian Arab-Israel yang telah ditawarkan kepada Tel Aviv pada 2002 lalu.”

Sementara itu, Himpunan Kesepakatan Nasional Bahrain (al-Wifaq) mengumumkan, lebih dari 150 demo menentang normalisasi Manama-Tel Aviv telah berlangsung di berbagai titik negara tersebut.

Di tengah blokade dan kehadiran aparat keamanan di Bahrain, al-Wifaq mencatat bahwa demo antinormalisasi diadakan di 55 titik. Dalam demo-demo tersebut, rakyat Bahrain mengutuk kesepakatan damai yang dijalin Pemerintah Manama dengan Rezim Zionis. Mereka menyuarakan slogan-slogan bahwa kesepakatan itu tidak memiliki legalitas.

Sejak kesepakatan normalisasi ditandatangani, amarah dan ketidakpuasan masih terus memayungi publik Bahrain. Mereka menegaskan, Rezim Bahrain tidak memiliki kelayakan untuk menandatangani kesepakatan tersebut. Sebab, Rezim Al Khalifa bukan pemerintahan yang dipilih rakyat, namun berkuasa dengan menggunakan intimidasi dan kekerasan.

Melalui media-media sosial, slogan “normalisasi adalah pengkhianatan, Bahrain menentangnya” dilancarkan oleh publik sebagai pernyataan atas penolakan terhadapnya.

Rakyat Bahrain menyatakan, tindakan Pemerintah adalah sebuah kejahatan bersejarah atas rakyat, juga pengabaian terhadap kemufakatan nasional untuk menentang normalisasi dan pelanggaran norma Islam, Arab, serta kemanusiaan. (af/alalam)

Baca Juga:

Ansarullah Yaman Sebut UEA dan Bahrain Tempuh “Jalan Angker”

Kelompok Saraya Waad Allah Bahrain Umumkan Pembentukan “Brigade Syuhada Quds”

DISKUSI: