Tripoli,LiputanIslam.com-Sejak tergulingnya diktator Libya, Muammar Qadhafi, pada tahun 2011 lalu, kini negara tersebut menjadi ajang konfrontasi serta pengerahan pasukan Mesir dan Turki.

Sebelum ini, Recep Tayyip Erdogan (presiden Turki) dan menlu Turki mengumumkan, Ankara akan mengirim pasukan bantuan ke Libya atas permintaan pemerintah Tripoli. Dan tampaknya janji tersebut telah dipenuhi Ankara.

Radio Internasional Prancis (RFI) pada hari Rabu (1/1) mengutip dari sumber-sumber keamanan di bandara Mitiga, Tripoli, bahwa sejumlah besar petempur bersenjata Suriah dukungan Turki telah tiba di bandara tersebut.

Para milisi itu diangkut menggunakan maskapai Afriqiyah Airlines dan Ajniha milik Abdelkarim Belhaj (mantan kepala dewan militer Tripoli) dari Turki ke Libya.

Menurut RFI, empat pesawat itu mendarat di Mitiga antara hari Jumat dan Minggu pekan lalu dan menurunkan anggota FSA (Free Syrian Army) yang disokong Ankara.

Mengimbangi permintaan Fayez el-Sarraj (perdana menteri Libya) dari Turki, Khalifa Haftar (komandan pasukan Libya Timur) juga memohon dari presiden Mesir untuk mengirim pasukan darat ke Libya.

Situs al-Arabi al-Jadid mengabarkan, Haftar saat ini berada di Kairo dan bertemu dengan para petinggi Mesir. Haftar melaporkan situasi operasi militer di medan pertempuran sekitar Tripoli, dan menyatakan bahwa pasukannya tidak mendapatkan kemajuan sama sekali.

Sejak 2011 lalu, Libya terbagi menjadi dua pemerintahan di barat dan timur. Pemerintahan Libya Barat berpusat di Tripoli dengan pimpinan el-Sarraj, yang mendapat pengakuan dunia internasional. Sementara pemerintahan Libya Timur dipimpin oleh Abdullah al-Thani yang didukung oleh Khalifa Haftar. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Setelah Main Gertak, Trump Akhirnya Malah Mengaku Tak Ingin Berperang dengan Iran

Perselisihan Hamas-Fatah Kembali Meruncing, Apa Pasal?

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*