Perselisihan Hamas-Fatah Kembali Meruncing, Apa Pasal?

0
11

Ramallah,LiputanIslam.com-Dilansir oleh kantor berita Palestina, WAFA, kelompok Fatah pada hari Senin (30/12) merilis statemen untuk menanggapi lawatan terbaru Ismail Haniyeh ke sejumlah negara kawasan.

Fatah menyatakan, lawatan dan statemen Haniyeh tidak mewakili bangsa Palestina. Fatah bahkan menuding tujuan lawatan itu adalah “berkompromi dengan AS dan Israel untuk mewujudkan Deal of The Century dan menuntaskan isu Palestina.”

Fatah dalam statemennya menuduh Hamas disokong pihak keamanan Israel sejak awal pembentukannya. Hamas diklaim berupaya melenyapkan masalah Palestina dari dalam.

Kelompok pimpinan Mahmoud Abbas itu lalu meminta agar negara-negara kawasan, juga dunia, tidak bekerjasama dengan Hamas dan Haniyeh.

Fatah juga mengaku akan membeberkan bukti-bukti tuduhannya atas Hamas di momen yang tepat.

Ketua kantor politik Hamas memulai lawatan ke negara-negara kawasan pada 8 Desember lalu. Haniyeh menemui sejumlah pemimpin negara, termasuk presiden Turki dan emir Qatar, guna membicarakan perkembangan terakhir di Palestina.

Perselisihan antara Hamas dan Fatah bermula pada 2007. Berbagai mediasi dan kesepakatan pun tak sanggup mengatasi pertikaian ini. Yang terakhir adalah kesepakatan damai pada 12 Oktober 2017 di Kairo. Namun kesepakatan ini tidak dijalankan sepenuhnya lantaran perselisihan kedua belah pihak terkait sejumlah isu. (af/alalam)

Baca Juga:

Diplomat AS Paksa Eropa Masukkan Hizbullah dalam Daftar Hitam

Trump Me-retweet Meme Dia Mengembalikan “Yesus” Yang Didepak oleh Obama

DISKUSI:
SHARE THIS: