Pompeo Akui Perannya dalam Pembunuhan Soleimani

0
122

Washington,LiputanIslam.com-Menlu AS akhirnya mengakui keteribatannya dalam rencana teror terhadap Jenderal Qassem Soleimani.

Dalam pidatonya di Davos, Mike Pompeo mengakui bahwa dia adalah bagian dari pengambilan keputusan untuk melancarkan operasi pembunuhan tersebut.

Sebelum ini, sebuah media AS menyebut teror atas Soleimani sebagai buah dari upaya panjang Pompeo untuk mengintimidasi Iran.

Dalam laporannya pada tanggal 6 Januari lalu, harian Washington Post menyatakan, beberapa pekan lalu Pompeo sudah mengetahui akan adanya demo besar di depan kedubes AS di Baghdad.

Menurut para pejabat AS, setelah hari itu, Pompeo berbicara setiap hari dengan Trump, hingga menyebabkan presiden AS itu menerima permintaan Pompeo dan Mike Pence (wapres AS) untuk meneror Soleimani.

Pada musim panas lalu, usai Iran menembak jatuh sebuah drone AS, Pompeo juga telah melakukan upaya serupa. Tapi dia gagal meyakinkan Trump untuk mengambil tindakan militer atas Teheran.

Namun, seiring terjadinya perubahan dalam tim keamanan nasional AS, ditambah kekhawatiran Trump bahwa ia akan dicap lemah di hadapan Iran, Pompeo kembali berusaha melancarkan operasi yang sudah lama disusunnya.

Menurut Washington Post, operasi teror itu dianggap sebagai kemenangan birokratis Pompeo. Namun itu juga berkonsekuensi serius, seperti meletusnya perang baru di Timteng, pembunuhan personel AS di seluruh dunia, gangguan dalam misi melawan ISIS, tertutupnya pintu diplomatik dengan Iran terkait masalah nuklir, dan dampak-dampak negatif di Irak.

Namun, semua ini tidak menyurutkan langkah Pompeo untuk membunuh Soleimani. Washington Post menilai, ini adalah tanda fokus obsesif Pompeo dalam masalah Iran, yang sudah mengakar selama 10 tahun kehadirannya di pos-pos pemerintahan AS, mulai dari kongres, CIA, hingga menlu AS. (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Tanggapi Ancaman AS untuk Membunuh Penerus Jenderal Soleimani

Teheran: AS Bunuh Soleimani untuk Bendung Pengaruh Iran di Timteng

DISKUSI: