Politisi Irak Tolak Kerja Sama Baghdad dengan Riyadh

0
168

Baghdad,LiputanIslam.com-Pemimpin Aliansi al-Fath, Hadi al-Amiri menyatakan penentangan terhadap dijalinnya kesepakatan dengan sebuah korporasi keamanan Saudi.

Stasiun televisi al-Ahad News melaporkan, al-Amiri menyatakan dirinya tidak bisa menerima keputusan Kemendagri Irak untuk membuat kesepakatan dengan korporasi Saudi dan menyerahkan data-data trafik serta alat transportasi di luar Kemendagri.

Menurut al-Amiri, perjanjian semacam ini adalah “bahaya bagi keamanan Negara… juga pelanggaran keamanan”.

“Kami akan menekan Kemendagri agar tidak menjalin kesepakatan dengan korporasi Saudi. Ini adalah masalah peka dan tak boleh disikapi dengan cara seperti ini,” tandas al-Amiri.

Sebelum ini, sebagian media memberitakan bahwa Kemendagri Irak bermaksud menyerahkan “informasi keamanan” terkait kendaraan dan para pemiliknya kepada pihak Saudi.

Tahun ini Saudi secara resmi dituduh telah memata-matai sejumlah petinggi Irak dengan menggunakan spyware “Pegasus.”

Media-media pada Juli lalu memublikasikan sebuah daftar yang memuat nama orang-orang yang menjadi target spyware buatan Israel itu.

Daftar itu memuat nama sejumlah tokoh agama, politik, dan militer tingkat tinggi Irak. Di antaranya adalah:

  1. Kantor Marji’ Syiah, Ayatullah Ali Sistani
  2. Mantan PM Irak, Adel Abdulmahdi
  3. PM Irak, Mustafa al-Kadhimi
  4. Ali al-Aaaraji (petinggi Tentara Irak)
  5. Sayyid Ammar Hakim (Pemimpin Kelompok Hikmah Nasional Irak)
  6. Qasim Muslih (Komandan al-Hashd al-Shaabi di Provinsi al-Anbar)
  7. Thamir al-Tamimi (anggota senior al-Hashd al-Shaabi)
  8. Falih al-Fayyadh (Ketua al-Hashd al-Shaabi)
  9. Hadi al-Amiri (Ketua Organisasi Badr dan Pemimpin Aliansi al-Fath)
  10. Ahmad al-Asadi (anggota Parlemen Irak)
  11. Hasan al-Sari Abu Mujtaba (Sekjen al-Jihad wa al-Bina)
  12. Presiden Irak Barham Salih (af/fars)

Baca Juga:

Pangkalan Militer AS Mendapat Serangan Roket dari Arah Irak, Kuwait Membantah

Pasukan Yaman Lancarkan Serangan Rudal dan Drone Besar-Besaran ke Wilayah Saudi

 

DISKUSI: