Polisi Haiti Tangkap Otak di Balik Teror Presiden Moise

0
425

PortAuPrince,LiputanIslam.com-Polisi Haiti pada hari Minggu (11/7) mengumumkan, seorang tersangka utama pembunuhan Presiden Jovenel Moise telah ditangkap. Ia disebut-sebut telah mempekerjakan pembunuh bayaran Kolombia untuk melakukan aksi teror tersebut.

Menurut laporan New York Times, orang bernama Christian Emmanuel Sanon (63 tahun) itu bekerja sebagai dokter di Florida. Dia adalah tersangka ketiga kelahiran Haiti yang memiliki hubungan dengan AS dan telah ditangkap.

Washington Post mengabarkan, para petinggi FBI dan Kementerian Keamanan Nasional AS telah mengunjungi Haiti. Tujuannya adalah untuk membicarakan apa bantuan yang bisa diberikan Washington terkait kasus ini.

Sebelum ini, Moskow mengutarakan kekhawatirannya, menyusul laporan tentang keterlibatan setidaknya 2 warga AS dalam pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise.

“Rusia secara serius mencemaskan laporan bahwa ada pemilik kewarganegaraan AS di antara para tersangka pembunuhan Presiden Haiti yang telah ditangkap,” kata Jubir Kemenlu Rusia, Maria Zakharova.

“Moskow berharap bukan hanya para pelaku, tapi penyusun rencana pembunuhan ini juga harus diketahui,” imbuh Zakharova.

Menurutnya, Otoritas Rusia juga khawatir soal potensi keterlibatan pemain-pemain asing dalam konflik internal Haiti, yang memiliki tujuan-tujuan geopolitik.

Pada Kamis pekan lalu, aparat keamanan Haiti menangkap 6 orang, termasuk seorang warga AS, karena diduga terlibat dalam teror terhadap Presiden negara itu.

Menurut laporan Washington Post, Menteri Pemilu Haiti Mathias Pierre mengatakan, warga AS bernama James Solages adalah salah satu dari orang-orang yang ditangkap atas pembunuhan Presiden Moise.

Kepada Washington Post, Pierre mengatakan bahwa selain Solages, seorang tahanan lain bernama Joseph Vincent juga diduga memiliki kewarganegaraan AS-Haiti. (af/fars)

Baca Juga:

Analis Israel: Tel Aviv Gagal Adu Domba Gaza dan Tepi Barat

Pasukan Khusus AS Dikirim ke Irak, Usung Misi Teror?

DISKUSI: