Petinggi Israel Bersilang Pendapat soal Cara Hadapi Iran

0
439

TelAviv,LiputanIslam.com-Dalam rapat Kabinet Keamanan dan Kemenlu Israel, para pejabat tinggi Rezim Zionis dikabarkan terpecah menjadi 3 kubu terkait cara menyikapi Iran dan program nuklirnya.

Menurut laporan situs DEBKAFile, kubu pertama berpendapat bahwa Israel mesti menerima hasil apa pun yang diperoleh dalam perundingan nuklir di Wina. Kepala Biro Intelijen Militer Israel, Aharon Haliva dalam rapat tersebut menyatakan, bahkan jika hasil Perundingan Wina adalah “kesepakatan buruk”, tetap saja kesepakatan itu akan membatasi aktivitas nuklir Iran. Dengan demikian, Israel memiliki peluang untuk bersiap menghadapi program nuklir Iran.

Di lain pihak, kubu kedua meyakini bahwa Tel Aviv harus memberi pengaruh terhadap teks final kesepakatan dan membuat perubahan-perubahan di dalamnya. Pandangan ini diamini oleh orang-orang seperti Menlu Israel Yair Lapid.

Kepala Staf Gabungan Tentara Israel, Aviv Kohavi dan Direktur Mossad David Barnea tergabung dalam kelompok ketiga. Mereka berpendapat, JCPOA hanya bisa diterima setelah ditulis ulang dan diubah secara signifikan.

PM Israel Naftali Bennett pernah berjanji kepada Presiden AS Joe Biden, bahwa Tel Aviv tidak akan menghalangi niat Washington kembali ke JCPOA.

Meski demikian, saat ini Bennett justru bersikap seperti Netanyahu dan mengecam tindakan AS yang ingin berunding kembali dengan Iran. (af/fars)

Baca Juga:

Pompeo Minta Pemerintah AS Lindungi Dirinya dan Trump dari Ancaman Iran

Hamas Sebut Dinding Beton Tak Bisa Lindungi Israel

DISKUSI: