Perwira Militer Irak: Iran Berikan Bantuan Senjata Tanpa Formalitas Birokrasi

0
662

Baghdad,LiputanIslam.com-Seorang perwira militer Irak Ali Ghaidan mengisahkan serangan teroris ISIS ke makam Imam Hadi dan Askari di Samarra. ISIS menyerbu ke kota 2 hari sebelum mereka menduduki Mosul.

Ghaidan adalah Panglima Angkatan Darat Irak saat kelompok teroris ISIS menebar teror di Negeri Seribu Satu Malam.

“Saat ISIS menyerbu Irak, Tentara Irak segera meminta bantuan dari Iran. Teheran pun segera membuka pintu gudang senjatanya untuk Kemendagri dan Kemenhan Irak demi menutupi kekurangan senjata Tentara Irak,”tutur Ghaidan dalam wawancara dengan al-Maalomah.

Ia menambahkan, Iran tidak membatasi bantuan persenjataan yang dikirim untuk Irak. Hal ini dilakukan Iran tanpa perlu melalui formalitas birokasi, seperti penandatanganan perjanjian tertentu.

Samarra, jelas Ghaidan, telah diduduki terlebih dahulu sebelum ISIS menduduki Mosul. Ketika Tentara Irak memasuki Samarra, mereka menemukan sebuah masjid yang dipenuhi bahan peledak. Masjid ini hanya berjarak 150 meter dari makam yang disucikan kaum Muslim Syiah itu. Teroris ISIS berencana menyerang makam pada pagi hari berikutnya.

Ghaidan lalu mengisahkan jatuhnya Mosul ke tangan kelompok teroris tersebut. Ia mengatakan,”Komandan Operasi Gabungan di saat itu, Abdu Kanbar mengadakan rapat dengan Komandan Operasi Nineveh Mahdi al-Gharawi. Al-Gharawi menunjukkan kinerja yang tidak memuaskan. Pasukan juga tidak dalam kondisi ideal.”

“Di pihak lain, Gubernur Nineveh Atsil al-Najifi memprotes kepada saya dan Komandan Operasi Gabungan karena kami menargetkan ‘kelompok revolusioner Mosul.’ Yang ia maksud adalah para teroris ISIS tersebut. Al-Najifi sama sekali tidak merancang program untuk menghadapi para teroris,”imbuhnya.

Pada 10 Juni malam di tahun 2014, ISIS menyerbu Mosul dan menduduki kota itu tanpa ada perlawanan berarti. Esok harinya mereka menduduki kota Tikrit, Ibu Kota Provinsi Salahudin. Dalam beberapa hari berikutnya, mereka bahkan bergerak maju hingga mendekati Baghdad.

Akhirnya Mosul dibebaskan pada Juni 2017. Fatwa jihad yang dirilis Ayatullah Ali Sistani, pembentukan al-Hashd al-Shaabi, bantuan senjata dan konselor Iran berperan penting dalam pupusnya mimpi ISIS mendirikan kekhalifahan di Irak. (af/fars)

Baca Juga:

Liga Arab Berupaya Atasi Krisis Diplomatik Lebanon-Saudi, Beirut Disebut Ogah Minta Maaf

Rusia Kecam AS yang Umbar Ancaman ke Iran

DISKUSI: