Liga Arab Berupaya Atasi Krisis Diplomatik Lebanon-Saudi, Beirut Disebut Ogah Minta Maaf

0
179

Beirut,LiputanIslam.com-Wasekjen Liga Arab, Hossam Zaki pada hari Senin ini (8/11) bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun.

Setelah pertemuan itu, Zaki mengatakan bahwa pertemuannya dengan Aoun berjalan dengan positif dan terbuka. Rencananya, dia juga akan bertemu PM Lebanon Najib Miqati dan Ketua Parlemen Nabih Berri.

Menurut laporan kanal Lebanon, al-Jadeed, Zaki berkata bahwa jika dibutuhkan, ia juga akan mengunjungi Saudi. Ia menegaskan bahwa krisis hubungan diplomatik antara Lebanon dan Saudi mesti diatasi.

Tujuan Liga Arab, kata Zaki, adalah mencapai sebuah solusi untuk mengakhiri krisis antara Lebanon dan sejumlah negara di Teluk Persia. Liga Arab juga berusaha untuk mendekatkan pandangan kedua belah pihak.

Di pihak lain, Wasekjen Hizbullah Naim Qasim mengatakan bahwa Saudi telah membuat masalah dengan Lebanon, yang dilabeli sebagai “protes terhadap statemen George Kordahi”, meski itu disampaikan sebelum ia terpilih sebagai Menteri Informasi.

Qasim menilai, Riyadh telah bersikap berlebihan terhadap Kordahi, yang tidak pernah melakukan kesalahan terhadap Saudi atau selainnya.

“Kita tahu bahwa (lazimnya) sebuah negara memanggil Dubesnya karena misalnya ada masalah militer, pembunuhan, atau agresi. Namun Lebanon tidak melakukan apa-apa. Apa yang terjadi adalah statemen biasa, yang bisa saja dikemukakan orang mana pun.”

“Lebanon adalah negara kebebasan. Tiap orang bebas bersuara untuk mendukung atau menolak sesuatu. Hal ini tidak berubah. Dari ucapan Menlu Saudi, Faisal bin Farhan terungkap bahwa masalah Riyadh adalah Hizbullah dan kekuatannya di Lebanon.”

Qasim menegaskan, Lebanon tidak harus minta maaf kepada Saudi, karena bukan Beirut yang bersalah. Menurutnya, justru Riyadh yang mesti meminta maaf. (af/fars/alalam)

Baca Juga:

Tentara Israel Berlatih Perang Hadapi Hizbullah

Partai-Partai Yaman Salahkan Saudi dan Rezim Hadi atas Kekalahan dalam Perang di Ma’rib

DISKUSI: