Pentagon Bela (Lagi) Sikap Trump yang Remehkan Cedera Serdadu AS

0
113

Washington,LiputanIslam.com-Seiring terus bertambahnya jumlah serdadu AS yang cedera akibat serangan balasan Iran, menhan AS kembali membela statemen Donald Trump yang meremehkan cedera mereka.

Dalam jumpa pers Kamis malam (30/1) di Pentagon, Mark Esper mengklaim, Trump sangat mengkhawatirkan para serdadu AS yang mengalami cedera.

Dilansir oleh Reuters, Esper mengaku bahwa dia menaruh perhatian kepada para serdadu AS yang cedera.

“Saya bicara dengan Presiden (Trump). Dia sangat mencemaskan keselamatan dan kesehatan semua abdi militer kita. Terutama mereka yang bertugas di Irak. Presiden memahami esensi cedera-cedera ini,”ujar Esper.

Menhan AS mengaku, tak ada unsur kesengajaan untuk mengecilkan aspek cederanya para serdadu AS di Ayn al-Asad, atau menyembunyikan dan menunda-nunda informasi terkait hal itu.

“(Cedera otak) menampakkan diri seiring berlalunya waktu…Saya masih percaya bahwa pagi hari itu tidak ada laporan korban cedera,”klaim Esper.

Pada 8 Januari lalu, IRGC melancarkan serangan rudal ke pangkalan militer AS di Ayn al-Asad, sebagai balasan atas teror terhadap Qassem Soleimani.

IRGC menembakkan belasan rudal balistik tipe Fateh-313 dan Gheyam dalam serangan balasan itu. Menurut Amir Ali Hajizadeh (komandan pasukan dirgantara IRGC), rudal-rudal itu mengenai target dengan akurat dan menghancurkan perangkat militer penting AS.

Hingga kini, media-media AS terus mengungkap info terkait kerugian akibat serangan Iran itu. Setelah sebelum ini Pentagon mengakui jatuhnya 50 korban cedera otak, kabar terbaru menyebut bahwa jumlah itu bertambah menjadi 64 orang. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Petenis Israel Dilarang Ikuti Turnamen di Tunisia

AS Mengaku Sedang Menunggu Izin Pemerintah Irak untuk Pengerahan Rudal Patriot

DISKUSI: