Pengakuan Terbaru Pentagon, 50 Serdadu AS Cedera Otak Akibat Serangan Iran

0
128

Washington,LiputanIslam.com-Pengakuan Pentagon soal jumlah korban serangan rudal Iran terus berlanjut. Kabar terbaru menyatakan bahwa 50 serdadu AS mengalami gegar otak akibat serangan ke pangkalan Ayn al-Asad.

Dilansir oleh CNN, Thomas Campbell (juru bicara Pentagon) pada hari Selasa malam (28/1) waktu AS mengumumkan, hingga kini pihaknya telah mendeteksi 50 serdadu yang mengalami cedera otak.

“Dari 50 orang ini, 31 serdadu dirawat di Irak dan telah kembali menjalankan tugas,”ujar Campbell.

Dia menambahkan, 18 serdadu lain telah dikirim ke Jerman untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan yang lebih intensif. Menurut Campbell, satu serdadu lain dibawa ke Kuwait dan kini juga telah bertugas kembali.

Sejumlah pejabat Pentagon mengatakan kepada CNN, ada kemungkinan jumlah korban ini terus berubah, sebab sekira 200 serdadu, yang berada di Ayn al-Asad saat terjadi serangan, telah menjalani pemeriksaan medis.

Awalnya Donald Trump dan Pentagon mengklaim, serangan rudal Iran ke Ayn al-Asad pada 8 Januari lalu tidak memakan korban jiwa atau luka.

Namun akhirnya Pentagon mengakui bahwa 11 serdadu telah dirawat karena menderita gegar otak. Berikutnya Pentagon mengumumkan jumlah korban cedera mencapai 34 orang, dan berdasarkan pengakuan termutakhir, angka itu bertambah menjadi 50 orang.

Pekan lalu, Pentagon mengklaim bahwa cedera otak yang dialami serdadu AS bukan hal serius. Statemen ini tak ayal memicu kritik luas.

Pasca dirilisnya statemen di atas, kelompok pensiunan tentara AS menuntut agar Trump meminta maaf lantaran meremehkan cedera otak yang diderita serdadu AS tersebut. (af/irna)

Baca Juga:

Iran Sebut Prakarsa AS “Pengkhianatan Abad Ini”

IRGC Balik Mengancam akan Menyerang Para Perwira Tinggi AS

DISKUSI: