IRGC Balik Mengancam akan Menyerang Para Perwira Tinggi AS

0
193

Teheran, LiputanIslam.com –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC/Pasdaran) membalas ancaman AS terkait pembunuhan perwira militer.

Panglima IRGC Mayjen Hossein Salami dalam pidato di depan para komandan pasukan relawan Iran, Basij, Senin (27/1/2020), bersumbar bahwa tidak akan ada komandan militer AS yang aman di bagian dunia mana pun jika AS terus mengancam para komandan Iran.

Salami bersumbar demikian setelah seorang pejabat AS belum lama ini melontarkan pernyataan bernada ancaman bahwa AS masih akan membunuh komandan militer Iran setelah membunuh mantan komandan Pasukan Quds IRGC, Letjen Qassem Soleimani, pada 3 Januari lalu.

Dalam wawancara dengan surat kabar Saudi Asharq al-Awsat di sela-sela konferensi Forum Ekononomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, perwakilan khusus AS untuk Iran Brian Hook menyatakan bahwa komandan Pasukan Quds IRGC sekarang, Brigen Esmail Qaani, akan bernasib seperti Soleimani, jika dia mengikuti jejak pendahulunya itu.

“Jika dia mengikuti jalan yang sama untuk membunuh orang Amerika, maka dia akan menemui nasib yang sama,” ujar Hook.

Baca: Iran Tanggapi Ancaman AS untuk Membunuh Penerus Jenderal Soleimani

Menanggapi ancaman ini, Salami balik mengancam, “Maksud saya, jika mereka mengancam para komandan kita dengan teror atau menerapkan ancaman mereka, maka nyawa para komandan mereka tidak akan aman.”

Salami memastikan bahwa musuh-musuh Iran sudah mengalami sebagian “konsekuensi menyakitkan” dari pembunuhan Soleimani sehingga menyadari bahwa mereka akan menerima pukulan “menghancurkan dan terus menerus” jika mereka mengulangi aksi demikian.

“Jika mereka melanjutkan permainan ini maka respons kita akan sangat berbeda dengan sebelumnya, dan skalanyapun juga akan berbeda. Mereka akan menghadapi kondisi baru di mana mereka tidak akan dapat mengelola dan mengendalikan,” imbuhnya.

Baca: Washington Tuding Iran Ancaman bagi Keamanan Irak

Panglima IRGC menyatakan bahwa musuh-musuh Iran selalu menggunakan terorisme dan pembunuhan sebagai senjata .

Dia juga mengatakan, “Alasan lain mengapa mereka mengancam dengan terorisme adalah sifat dari rezim semacam itu. Rezim Amerika, rezim Zionis dan rezim-rezim yang merupakan sekutu mereka dan bergantung pada mereka, pada dasarnya adalah rezim teroris, dan mereka sekarang menunjukkan kenyataan ini dengan jelas.” (mm/presstv)

DISKUSI: