Pemberi Informasi Intervensi Asing di Pilpres AS akan Diganjar Hadiah, Rusia: Lucu!

0
148

Moskow,LiputanIslam.com-Jubir Kemenlu Rusia menanggapi sayembara Kemenlu AS, bahwa siapa pun yang menemukan atau mengidentifikasi intervensi Pilpres AS oleh individu atau pihak-pihak yang “dikontrol pemerintah asing”, akan mendapat hadiah 10 juta dolar.

Maria Zakharova menyebut sayembara ini sebagai hal yang menggelikan. Menurutnya, tiap orang akan terdorong untuk menuding selainnya sebagai antek asing demi mendapat hadiah.

Melalui akun Twitter-nya, dia menulis,”Apakah AS akan memberikan 10 juta dolar kepada setiap orang? Website Kemenlu AS akan down lantaran (dibanjiri) saling tuduh antar tetangga.”

Mike Pompeo pada hari Rabu (5/8) mengumumkan,”Informasi apa pun yang berujung pada pelacakan dan penangkapan pelaku aktivitas siber ilegal yang didukung negara asing, dengan tujuan mengintervensi proses Pilpres 2020, akan mendapat hadiah 10 juta dolar dari AS.”

Menlu AS mengklaim, langkah Gedung Putih ini adalah bagian dari upaya Pemerintahan Donald Trump untuk “menghidupkan demokrasi.”

Sebelum ini, biro intelijen AS menuding Rusia telah campur tangan di Pilpres 2016 demi memenangkan Trump dan menggagalkan Hillary Clinton. Tudingan ini dibantah keras oleh Moskow serta dibarengi olok-olok terhadap Trump.

Meski Pompeo tidak menyebut nama negara tertentu, namun berdasarkan klaimnya, biro intelijen Rusia dan sejumlah negara musuh AS berniat mengintervensi pilpres mendatang.

Kemenlu AS mengaku, sejak tahun 1984 hingga sekarang, Washington telah menghadiahkan lebih dari 150 juta dolar kepada lebih dari 100 orang di dunia, demi menjaga kepentingan Gedung Putih. (af/tasnim/irna)

Baca Juga:

Hook: AS Tak Akan Membiarkan Iran Menjadi Kaya

Keponakan Trump: Para Pemilih AS Jangan Ulangi Kesalahan 2016

DISKUSI: