Pelosi Sebut Trump Masih Menjadi Ancaman untuk Demokrasi

0
77

Washington,LiputanIslam.com-Dilansir oleh AFP, ketua Majelis Perwakilan AS mengomentari lolosnya Donald Trump dari pemakzulan. Nancy Pelosi mengatakan, meski Trump dinyatakan tidak bersalah oleh Senat AS, namun dia masih merupakan ancaman bagi demokrasi.

Senat AS pada Rabu malam (5/2) waktu setempat mengadakan pemungutan suara final terkait kasus interpelasi Trump. Hasilnya adalah para senator AS membebaskan Trump dari tuduhan.

Pada Agustus 2019 lalu, seorang whistleblower misterius membocorkan isi perbincangan telepon Trump dengan Volodymyr Zelensky (presiden Ukraina). Hingga kini identitas pembocor itu masih dirahasiakan pejabat AS atas alasan keamanan.

Berdasarkan bocoran tersebut, Trump mengancam akan memutus bantuan militer AS untuk Ukraina, kecuali jika Kyev bersedia menginvestigasi Hunter Biden, putra Joe Biden yang merupakan rival potensial Trump dari Demokrat dalam pilpres AS 2020 mendatang. Tujuan Trump adalah mendiskreditkan Biden Senior, agar dia berpeluang menang di pilpres.

Perbincangan telepon kontroversial Trump dengan Zelensky itu dilakukan pada 26 Juli 2019. Pada 5 September 2019, harian Washington Post membocorkan informasi ini. Kemudian pada 24 September 2019, Pelosi mengumumkan investigasi atas kasus yang kemudian dikenal dengan “UkraineGate” tersebut.

Dibebaskannya Trump dari tuduhan sendiri sudah bisa diprediksi, sebab mayoritas kursi di Senat AS (53 persen) dikuasai oleh rekan-rekan Trump dari partai Republik. (af/yjc)

Baca juga:

Pelosi: Saya Melakukan Hal Tersopan di Hadapan Trump

AS Nyatakan Dukungan untuk Turki Terkait Pertempuran Idlib

DISKUSI: