Partai Sudan: Kami Tak Mau Bantuan yang Berlumur Darah Bangsa Palestina

0
100

Khartum,LiputanIslam.com-Anggota komite pusat partai Komunis Sudan mengolok-olok justifikasi yang disampaikan ketua Dewan Transisi Sudan soal pertemuannya dengan PM Israel.

Kamal Karrar menyatakan, justifikasi dari Abdel Fattah al-Burhan “konyol dan tidak logis.”

“Al-Burhan bertanggung jawab atas tindakannya sendiri. Pandangan dia tidak mewakili sikap bangsa Sudan,”tegas Karrar.

“Sejak akhir masa pemerintahan Ombar al-Bashir, sudah mulai ada upaya untuk mendorong Sudan menormalisasi hubungan dengan Israel demi menarik simpati AS. Namun setelah revolusi, rakyat Sudan tak akan membiarkan proyek normalisasi ini terjadi dengan harga pengkhianatan terhadap Palestina,”imbuhnya.

“Bangsa Sudan tak akan rela memakan suapan (bantuan) yang berlumur darah rakyat Palestina, hanya demi dalih membaiknya kondisi ekonomi (dengan dihapusnya sanksi AS). Tanpa semua ini saja, AS sudah mulai bertindak untuk mencabut sanksi dan menghapus Sudan dari daftar terorisme sejak al-Bashir digulingkan.”

Karrar menertawakan pendapat yang menyatakan bahwa kondisi ekonomi negara Arab akan membaik jika menjalin hubungan dengan Rezim Zionis.

“Mesir, PLO, atau Yordania, adakah di antara mereka yang ekonominya membaik setelah berdamai dengan Tel Aviv?”sindir Karrar.

“Kenapa sebagian orang bersikeras bahwa kemajuan hanya akan diraih jika menjalin hubungan dengan Israel? Memangnya kemajuan tak bisa diperoleh jika menjalin hubungan dengan Tiongkok, Korsel, atau Eropa?”tandasnya.

Al-Burhan telah mengkonfirmasi pertemuannya dengan Benyamin Netanyahu, Senin (3/2) lalu. Dia mengklaim, tujuan pertemuan itu adalah demi menjaga keamanan nasional dan mewujudkan kepentingan rakyat Sudan.

Kabar pertemuan ini tak ayal memicu protes dan kecaman besar-besaran dari dalam dan luar Sudan. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Rakyat Sudan Mengutuk Pertemuan Petinggi Sudan dan Israel

Menang Lagi, Tentara Suriah Memasuki dan Menyisir Kota Saraqib

DISKUSI: